Buntut Perkelahian Guru di SMAN 8 Medan, Gubernur Sumut: Berhentikan!
MEDANHEADLINES.COM | 12/02/2020 14:30
Buntut Perkelahian Guru di SMAN 8 Medan, Gubernur Sumut: Berhentikan!

MEDANHEADLINES.COM, Medan – Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi angkat bicara terkait perkelahian yang terjadi antarguru di SMA N 8 Medan. Menurutnya, hal Ini merupakan contoh buruk bagi dunia pendidikan di Sumatera Utara.

Edy dengan tegas juga mengatakan akan memberi sanksi berat kepada oknum guru yang terlibat perkelahian itu. “Kita berhentikan gurunya kalau berkelahi,” kata dia.

BACA: Kongres PAN di Kendari Ricuh, ini Penyebabnya...

Edy juga berharap, Semua tenaga pendidik di Sumut memiliki moral yang baik. Menyusul tagline yang selalu dikatakannya tentang Sumut Bermartabat. Edy tidak ingin kejadian serupa terulang lagi. “Guru kencing berdiri murid kencing berlari,” katanya.

Sebelumnya diberitakan, perkelahian itu terjadi pada Rabu (29/1). Kedua guru yang bertikai adalah Guru Mata Pelajaran Matematika Herbin Manurung dan guru honorer mata pelajaran Olahraga Deni Panjaitan. Deni diketahui merupakan anak Kepala Sekolah SMAN 8. Sedangkan Herbin berstatus ASN.  Pertikaian itu pun berujung pada laporan polisi yang dilayangkan Herbin.

Herbin yang ditemui awak media mengaku, sebelum pertikaian itu, Deni masuk ke kelas XII IPA 1. Saat itu Herbin tengah mengajar. Deni saat itu memanggil dua pelajar untuk keluar dari dalam ruangan. ‎Namun Deni langsung pergi tanpa menjelaskan kenapa kedua murid itu dipanggil keluar.

Herbin pun melarang kedua pelajar itu dan tetap berada di kelas. “Kami sedang belajar di ruangan, jadi saya larang dua siswa saya itu untuk keluar, karena saya tidak tahu tujuan dia memanggil murid saya,” ujar Herbin.

Selang beberapa saat, Deni kembali ke ke kelas dan marah karena dua pelajar itu tidak menuruti perintahnya. “Dia langsung masuk, memaki-maki, sempat pukul saya. Ada videonya direkam sama siswa saya,” katanya.

Teranyar, kasus pertikaian itu diproses di Dinas Pendidikan Sumut. Keduanya dimintai keterangan. Bahkan pelajar yang menjadi saksi juga dipanggil. Kedua guru itu terancam sanksi berat.(red)


BERITA TERKAIT