Dua Guru SMA Negeri 8 Medan Berkelahi di Depan Para Siswa Saat Jam Belajar
MEDANHEADLINES.COM | 05/02/2020 10:10
Dua Guru SMA Negeri 8 Medan Berkelahi di Depan Para Siswa Saat Jam Belajar

MEDANHEADLINES.COM, Medan – Video pertengkaran antara dua orang guru SMA 8 di dalam ruang kelas menjadi viral di dunia maya.

Dalam video yang diambil salah seorang pelajar itu, kedua guru terlibat saling dorong di depan pelajar saat jam belajar sedang berlangsung.

Dari informasi yang diperoleh, Pertikaian itu terjadi pada Rabu (29/1) yang lalu, Kedua guru yang bertikai adalah Guru Mata Pelajaran Herbin Manurung dan guru honorer Deni Panjaitan.

Meski sudah coba di Mediasi oleh dinas pendidikan Sumut, namun tampaknya pertengkaran ini dibawa ke ranah hukum dengan dilaporkannya Deni oleh Herbin ke polisi

Herbin yang ditemui awak media mengaku, sebelum pertikaian itu, Deni masuk ke kelas XII IPA 1. Saat itu Herbin tengah mengajar.

Deni saat itu memanggil dua pelajar untuk keluar dari dalam ruangan. ‎Namun Deni langsung pergi tanpa menjelaskan kenapa kedua murid itu dipanggil keluar.

Herbin pun melarang kedua pelajar itu untuk tetap berada di kelas. “Kami sedang belajar di ruangan, jadi saya larang dua siswa saya itu untuk keluar, karena saya tidak tau tujuan dia memanggil murid saya,” ucap Herbin seperti dikutip Medanheadlines Selasa 4 Februari 2020.

Selang beberapa saat, Deni kembali ke ke kelas dan marah karena dua pelajar itu tidak menuruti perintahnya. “Dia langsung masuk, memaki-maki, sempat pukul saya. Ada videonya direkam sama siswa saya,” jelas Herbin.

Keributan tak terhindarkan saat itu. Herbin yang tidak terima, balik mengejar Deni. Beruntung, keributan tidak melebar. Pihak keamanan melerai mereka.

Namun belakangan, kata Herbin, Deni diduga melakukan perusakan sepeda motor miliknya. Sehingga dia melaporkan kejadian itu ke polisi.

"Motor saya dirusak. Ini motor saya sudah di Polsek Medan Area sebagai bukti,” ujar Herbin. Kepolisian juga tengah menyelidiki kasus keributan itu.

Terpisah, Kepala Sekolah SMA Negeri 8 Medan Jonggor Panjaitan balik menuding Herbin Manurung sebagai provokator. Sehingga perkelahian itu terjadi.

Jonggor pun mengaku jika Deni anaknya merupakan guru honorer pengajar mata pelajaran olahraga.
Kata Jonggor, kejadian perkelahian itu berawal dari dua orang pelajar yang berkelahi. Deni diminta Wakil Kepala Sekolah untuk memanggil keduanya.

“Setelah 10 menit, siswa itu tidak datang. Diulangi (panggil) kembali lah. Terjadi perkalihan dan adu mulut di dalam kelas,” jelas Jonggor.

Pertikaian antar guru itu sudah dimediasi langsung oleh Kapolsek Medan Area Kompol Faidir Chaniago. Jonggor pun bercerita jika selama menjabat sebagai Kepsek Oktober 2016 lalu, dirinya kerap di bully. Dia juga mengatakan jika Herbin adalah guru yang tak beretika.

‎”Anak dan orang tua dibully dituduh selingkuh. Bukan ada kaitan disana. Jangan dibilang anak saya tidak ada etika. Semenjak saya Kepala Sekolah Oktober 2016, itu lah guru Herbin Manurung tidak mempunyai etika. Baik sesama guru, baik tua muda. Selalu panggil nama dan kau,” ungkap Jonggor.

Jonggor tampaknya tak ingin memperpanjang masalah itu. Soal laporan Herbin ke polisi, dia juga enggan berkomentar banyak. “Saya sendiri tidak mau melapor kemana-kemana. Saya dibully dan keluarga saya difitnah, saya tinggal diam,” kata Jonggor.

Soal perusakan sepeda motor yang juga dilaporkan Herbin dibantah Jonggor. Bagi Jonggor, Herbin sudah melakukan pembohongan publik.

“Itu tidak benar, namanya pelapor‎ suka-suka hati dia melapor apa saja. Saksi ada pada siswa. Tapi, siswa tidak bisa kita tangguhkan, karena siswa untuk belajar. Jangan dibuat barang bukti jadi siswa. Dirusak keretanya (sepeda motor), itu juga dipake untuk pulang. Kalau rusak, pasti gak bisa digunakan lah. Gak bisa hidup, entah anak bikin pecah (sepeda motor) jangan dikait-kaitan dengan kita,” sebut Jonggor.

Dia juga mengaku jika perkelahian itu terjadi karena kekhilafan anaknya dengan Herbin. (red)

MEDANHEADLINES.COM


BERITA TERKAIT