Wacana Legalisasi Ganja untuk Komoditas Ekspor, BNN: Pendapat yang Menyesatkan
MEDANHEADLINES.COM | 03/02/2020 15:15
Wacana Legalisasi Ganja untuk Komoditas Ekspor, BNN: Pendapat yang Menyesatkan
Deputi Pemberantasan BNN, Irjen Pol Arman Depari memberikan keterangan saat rilis kasus narkotika di gedung BNN, Jakarta, 16 Oktober 2018. Hasil operasi ini berhasil mengungkap 4 kasus tindak pidana narkotika yang dilakukan di Aceh, Sumatera Utara, Banten, dan Kalimantan Utara. TEMPO/M Taufan Rengganis

MEDANHEADLINES.COM – Wacana legalisasi Ganja untuk dijadikan sebagai Komuditas Ekspor mendapat tanggapan dari Deputi Bidang Pemberantasan Badan Narkotika Nasional Republik Indonesia (BNN RI), Irjen Pol Arman Depari

“Hal ini tentu saja merupakan pendapat yang menyesatkan. Ganja adalah narkotika. Jika disalah gunakan dapat merusak kesehatan secara permanen dan menimbulkan ketergantungan,” ungkapnya

Menurut Arman, Sampai saat ini juga belum ada satu pun pembuktian dari penelitian medis bahwa ganja dapat menyembuhkan penyakit tertentu (asma). Apalagi sambung dia, obat asma sangat banyak dan cukup tersedia, sehingga tidak diperlukan obat-obat lain sebagai alternatif.

BACA: 238 WNI Tiba dari Wuhan, menkes ada 4 yang Menolak

Dikatakannya, Sepanjang pengetahuannya bahwa, belum ada negara di dunia yang merubah undang-undang nasionalnya untuk mengeluarkan ganja dari narkotika golongan 1.

“Demikian pun UU kita, UU no 35 tahun 2009 tentang narkotika, bahwa tanaman ganja dimasukan kedalam golongan 1, sehingga melarang tanaman ganja mulai dari biji, buah, jerami, hasil olahan atau bagian tanaman lain untuk tujuan apa pun,” jelasnya.

Untuk itu ia menegaskan, jika ini dilanggar maka perbuatan tersebut adalah kejahatan atau perbuatan pidana. Oleh karena itu, sambung dia, jika ada keinginan untuk melegalisir ganja perlu di telusuri motivasi dan kepentingannya, apakah untuk kepentingan masyarakat atau malah sindikat. “Yang jelas pemanfaatan ganja diluar ketentuan undang undang adalah kejahatan,” katanya. (red)


BERITA TERKAIT