Pembunuhan Hakim Jamaluddin, Motif Asmara Di Sana-Sini
MEDANHEADLINES.COM | 16/01/2020 16:01
Pembunuhan Hakim Jamaluddin, Motif Asmara Di Sana-Sini

MEDANHEADLINES.COM, Medan – Polda Sumut menggelar reka adegan kasus pembunuhan berencana terhadap Hakim Pengadilan Negeri Medan Jamaluddin di sejumlah lokasi di Kota Medan Senin (13/1). Tiga tersangka, ZH (istri Jamaluddin), JP (eksekutor) dan RF (eksekutor pembantu) dihadirkan dalam rekonstruksi itu.

Rekonstruksi kasus menguak fakta baru. Mulai dari curhat sang istri kepada JP yang disebut-sebut sebagai kekasih gelapnya. Hingga rencana eksekusi nyawa Sang Pengadil yang dikenal ramah di lingkungan PN Medan itu.

BACA: Melawan Saat Ditangkap Seorang Pelaku Curas Ditembak Mati

Rekonstruksi kali ini menandai dimulainya penyidikan kasus yang menyita perhatian publik itu. Kejaksaan Negeri Medan juga sudah menerima Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) kasus itu dari kepoisian. Jika berkasnya lengkap, kasus yang menyita perhatian publik itu akan segera diadili.

Perempuan 41 tahun itu tak mampu mengangkat kepalanya saat diboyong ke Warunk Everyday. Sebuah kafe di  bilangan  Ringroad, Kata Medan. Kafe yang tengah direnovasi itu dijaga ketat polisi sepanjang reka adegan berlangsung. Saat masuk ke dalam kafe, ZH harus dipegangi oleh sejumlah Polwan. Dia terus mencoba menutupi wajahnya dari sorot kamera dengan kerudung hitam dan masker penutup mulut.

Di lantai dua, reka adegan menampilkan cerita Zuraida Hanum (ZH) bertemu dengan JP awal November 2018. Saat pertemuan itu ZH mencurahkan isi hatinya tentang Jamaluddin kepada laki-laki 42 tahun itu. ZH mengatakan jika dia ingin mati. Lantaran dia tak tahan melihat tingkah laku suaminya yang diduga juga memiliki hubungan istimewa dengan perempuan lain.

“Suami saya terus menerus berselingkuh dengan perempuan-perempuan lain dan dari pertama perkawinan saya dia selalu mengkhianati saya. Saya lagi hamil pun dia bawa perempuan ke rumah. Saya sudah mengadu ke keluarganya dan mengadu ke kakak-kakak kandungnya, adik kandungnya tapi mereka tidak berdaya apa-apa. Saya coba minta cerai katanya jangan coba-coba minta cerai dengan saya karena perceraian kedua saya akan malu karena saya seorang hakim sementara dia menyakiti saya dengan perempuan-perempuannya,” kata Zuraidah memeragakan curhatannya kepada JP.

Dalam pertemuan itu, juga terungkap  soal niatan ZH menghabisi Jamaluddin. Dia meminta JP untuk menjadi eksekutor. Niatan itu diamini oleh JP. Apalagi mereka berdua diduga terlibat asmara.

MEDANHEADLINESW.COM

 

 


BERITA TERKAIT