Polisi tetapkan 3 Tersangka Pembunuh Hakim Jamaluddin, Ternyata Istri Otak Pembunuhan
MEDANHEADLINES.COM | 08/01/2020 15:07
Polisi tetapkan 3 Tersangka Pembunuh Hakim Jamaluddin, Ternyata Istri Otak Pembunuhan

MEDANHEADLINES.COM, Medan – Polisi akhirnya berhasil membongkar Kasus pembunuhan Hakim PengadIlan Negeri Medan Jamaluddin yang terjadi pada 29/11/2019 yang Lalu.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas Mabes Polri Brigjen Raden Prabowo Argo Yuwono mengatakan Polisi sudah menetapkan tiga tersangka dalam kasus ini.

BACA: Kasus Tewasnya Hakim PN Medan, Irjen Agus Sebut Pembunuhan Berencana

“Ada tiga (orang) pelaku. Yang pertama adalah istri korban (ZH), kemudian bersama dua orang suruhannya (JP dan R),” kata Argo di Gedung Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK), Jakarta Selatan, Selasa (7/1).

Kata Argo, istri Jamaluddin ZH adalah otak pelakunya. Itu diketahui setelah polisi melakukan penyelidikan mendalam. Namun, Argo enggan menjelaskan lebih detil soal kasus itu. Karena menurutnya penjelasan secara rinci akan diterangkan oleh Polda Sumut. “Besok polda sumut akan merilis pelaku pembunuhan hakim. Silahkan ke polda sumut,” kata Argo.

Soal pengungkapan kasus pembunuhan ini pun mendapat komentar dari kolega korban di Pengadilan Negeri Medan. Humas PN Medan Erintuah Damanik mengapresiasi kinerja polisi. Meskipun kasus ini diungkap dalam waktu yang relatif lama.

“Yang jelas ketika ini dilimpahkan ke pengadilan kita bicara fakta, kita tidak ada bicara sentimen saat mengadili orang. tetap berdasrkan fakta dan bukti di persidangan,” ujar Erintuah.

Terpisah, Pengacara istri Jamaluddin Onan Purba mengatakan jika pihaknya belum mengetahui informasi soal kliennya yang jadi tersangka. Pun begitu, Onan bersama beberapa koleganya terus berupaya menghubungi ZH.

“Saya sebagai penasehat hukumnya sampai jam ini saya belum mendapat informasi secara resmi. Karena saya telepon pun dia (ZH) tidak tersambung.Tim kita si Riko ke rumahnya, kenyataan di rumah tidak ada orang, katanya yang di rumah dilakukan rekontruksi,” kataOnan via seluler.

Pihaknya juga menghargai keputusan polisi. Ke depan, Onan dan kolega menyiapkan pendampingan hukum. “Kalau dia mengaku (membunuh) dan didukung bukti, langkah hukum kita pendampingan secara hukum. Yang menjadi riskan nanti kalau dia tidak mengaku, tapi sudah ada yang melakukan pembunuhan itu atas suruhannya, itu yang akan jadi perdebatan hukum. Porsi kita mendudukkan itu,” pungkasnya.

Sebelumnya, Jamaluddin ditemukan tidak bernyawa di dalam mobilnya  di kawasan perkebunan sawit Desa Sukadame, Kecamatan Kutalimbaru, Kabupaten Deli Serdang, Jumat (29/11) tahun lalu. Jenazahnya ditemukan di baris kedua kursi penumpang.

Barang berharga seperti jam tangan, kalung dan cincin Jamaluddin tidak ada yang hilang. Dia ditemukan dalam keadaan mengenakan pakaian olahraga tanpa kaus dalam.(red)


BERITA TERKAIT