Wabah Kolera Babi di Sumatera Utara Kian Merajalela, 30 Ribu Babi di 16 Kabupaten Mati
MEDANHEADLINES.COM | 23/12/2019 07:40
Wabah Kolera Babi di Sumatera Utara Kian Merajalela, 30 Ribu Babi di 16 Kabupaten Mati
Peternakan babi [www.swineweb.com]

MEDANHEADLINES.COM, Medan, –  Wabah virus Hog Cholera yang menyerang babi hingga saat ini masih menjadi momok di Sumatera Utara. bahkan Jumlah babi yang mati akibat virus ini semakin bertambah dari hari ke hari.

Pemerintah juga sudah melakukan berbagai upaya. Salah satunya adalah Bio Security . Cara yang masih diandalkan untuk menangkal wabah.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Sumatera Utara Azhar Harahap mengatakan, Hingga saat ini sudah 30 ribu ekor babi yang mati di sumut

Ia mengatakan, Kematian babi ini menjangkit di 16 Kabupaten. Mulai dari Dairi, Humbang Hasundutan, Deli Serdang, Medan, Karo, Toba Samosir, Serdang Bedagai, Tapanuli Utara, Tapanuli Selatan, Tapanuli  Tengah, Simalungun, Pakpak Bharat,  Simalungun, Siantar, Tebing Tinggi dan Langkat.

“Yang tertinggi terjadi kematian babi ada di Dairi, Karo dan Deli Serdang,” katanya, Jumat (20/12).

Upaya pengendalian virus terus dilakukan dengan bio security. Salah satu caranya adalah mencegah lalu lintas babi, melarang pemindahan ternak babi antar daerah, penyemprotan desinvektan dan pemberian vaksin.

“Langkah-langkah pengendalian tetap kita lakukan,” katanya.

Bupati Deli Serdang Ashari Tambunan mengatakan daerahnya termasuk yang tertinggi terpapar wabah. Pihaknya juga sudah membuat pos untuk memantau lalu lintas ternak babi.

Sebenarnya daerah yang diperbolehkan untuk pemeliharaan babi di Deli Serdang hanya ada di dua kecamatan, yakni di Sibolangit dan Sinembah Tanjung Muda (STM) Hulu.

“Kecuali barang kali ada wilayah tertentu di luar dua kecamatahn itu yang sifatnya perorangan, skala rumah tangga,” katanya.
Diberitakan sebelumnya, kematian babi di Sumut diakibatkan oleh virus hog cholera atau kolera babi dan terindikasi African Swine Fever (ASF).

Bahkan belakangan, beredar salinan Keputusan Menteri Pertanian RI Nomor 820/KPTS/PK.320/M/12/2019 tentang pernyataan wabah penyakit demam babi afrika (African Swine Fever) di beberapa kabupaten/kota di Sumut. Kepmentan sebanyak 6 lembar tersebut ditetapkan di Jakarta, pada 12 desember 2019 yang ditandatangani Menteri Pertanian RI Syahrul Yasin Limpo.(red)

MEDANHEADLINES.COM


BERITA TERKAIT