Hakim PN Tanjung Balai Vonis Mati Warga Malaysia Pembawa Sabu 64 Gram
MEDANHEADLINES.COM | 04/10/2019 09:10
Hakim PN Tanjung Balai Vonis Mati Warga Malaysia Pembawa Sabu 64 Gram

MEDANHEADLINES.COM, Medan – Pengadilan Negeri Tanjung Balai, Sumut Menjatuhkan Hukuman mati kepada seorang Warga Negara Asing (WNA) Malaysia yaitu Noorul Zaman Bin M Amin ,Rabu 2 Oktober. Vonis itu diputuskan hakim setelah Noorul Zaman terbukti membawa narkoba jenis sabu sebanyak dibawa 64,71 gram.

Di persidangan, Majelis Hakim, Salomo Ginting mengatakan terdakwa secara sah dan meyakinkan melakukan perbuatan melanggar hukum yang diatur dan diancam dengan Pasal 113 ayat (2) jo Pasal 132 ayat (1) UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

BACA: Mangkir, Kejati Sumut Keluarkan Panggilan Ketiga untuk Bupati Madina

Dalam amar putusannya, terdakwa terbukti melakukan tindak pidana permufakatan jahat tanpa hak atau melawan hukum, memproduksi, mengimpor, mengekspor atau menyalurkan narkotika golongan I dalam bentuk bukan tanaman yang beratnya melebihi lima gram sebagaimana tercantum dalam dakwaan.

“Menjatuhkan hukuman kepada terdakwa oleh karena itu dengan pidana mati,” ucap Salomo.

Putusan hakim jauh lebih tinggi dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU), Siti Lisa Evriati Br Tarigan. JPU awalnya menuntut terdakwa dengan hukum 13 tahun penjara.

Terkait keputusan itu, hakim memberikan waktu kepada terdakwa untuk menyikapinya. “Kita beri waktu satu Minggu,” ujar Salomo.
Sementara, Noorul Zaman sama sekali tidak memberikan komentar saat dikonfirmasi wartawan. Dia tertunduk lesu pada saat keluar dari ruang sidang menuju ruang tahanan.

Berdasarkan dakwaan sebelumnya, Noorul Zaman ditangkap di Terminal Penumpang Pelabuhan Teluk Nibung, Tanjung Balai, pada Sabtu (9/3) sekitar pukul 16.30 WIB. Darinya, polisi mengamankan 64,71 gram sabu-sabu. Barang bukti itu dibagi dalam enam bungkus dan dimasukkan kedalam dua kondom yang kemudian dimasukkannya di anus. Sementara sisanya disembunyikan di sepatu.

Didakwaan juga disebutkan bahwa tujuan awal Noorul Zaman ke Indonesia demi menemui calon istrinya di Jember.

Namun karena tak memiliki uang, terdakwa berkonsultasi dengan temanya Helmi yang kemudian menawarinya membawa sabu-sabu. Dia dijanjikan upah RM 2.000 saat narkoba itu sampai ke Indonesia.

BACA: Gara-Gara Dituduh Mencuri, Umar Pukul Nurdin Dengan Kayu Berpaku Hingga Tewas

Setelah Noorul Zaman menyetujuinya, Helmi lalu memberinya dua buntalan kondom berisi sabu yang kemudian dimasukkan ke dalam anus dan sepatu. Selain itu, dia juga diberikan sepotong kertas berisi nomor telepon penerima barang bukti itu.

Kemudian, pada Sabtu (9/3) Noorul Zaman berangkat dari Port Klang dan tiba di Teluk Nibung, Kota Tanjung Balai sekitar pukul 16.30 WIB. Akan tetapi, petugas Bea Cukai dan polisi berhasil menangkapnya. Hasil pengembangan, polisi turut meringkus tersangka penerima sabu. (red)

MEDANHEADLINES.COM


BERITA TERKAIT