Demo Pelajar SMA Medan Ricuh, Lempari Polisi dengan Batu
MEDANHEADLINES.COM | 27/09/2019 17:52
Demo Pelajar SMA Medan Ricuh, Lempari Polisi dengan Batu

MEDANHEADLINES.COM, Medan – Aksi unjuk rasa yang dilakukan oleh ratusan siswa SMA di Mota Medan berlangsung ricuh. Sebelumnya mereka menggelar aksi unjuk rasa di kantor DPRD Sumut, Jumat 27 September 2019.

Datang dari arah Lapangan Merdeka, mereka membawa spanduk berupa tuntutan- tuntutan yang mereka sampaikan. Aksi ini sendiri pecah setelah polisi berusaha untuk memecah massa ke arah jalan Imam Bonjol, namun para pelajar yang mundur kemudian menyerang kembali dengan batu.

BACA: Kapolrestabes Medan Sholat Ashar Berjamaah dengan Massa Aksi

Mendapat serangan, Petugas polisi kemudian bergerak dan berhasil menangkap belasan pelajar yang terlibat penyerangan. Bahkan warga sipil juga turut diamankan aparat kepolisian.

Ratusan pelajar SMA di Medan kembali turun ke jalan pada Jumat 27 September 2019. Ini untuk yang kedua kalinya mereka turun ke jalan berunjuk rasa setelah Kamis 26 September 2019 kemarin.

Hari ini, Jumat 27 September 2019, ratusan pelajar dari berbagai Sekolah Menengah Atas atau SMA di Kota Medan berdemonstrasi di depan kantor DPRD Sumut.

Ratusan pelajar tersebut berkumpul di sekolah masing-masing. Setelah cukup jumlah mereka bergerak ke kantor DPRD Sumut Jalan Imam Bonjol, Medan Sumatera Utara, menumpangi angkutan kota (Angkot).

“Menurut pengakuan mereka naik angkot kemari. Baru pelan-pelan jalan hendak menuju depan kantor DPRD Sumut,” ujar polisi yang menjaga lokasi DPRD Sumut.

Ahmad Abdul Rasyid ketika ditanyai wartawan mengaku ia dan beberapa temannya datang ke kantor wakil rakyat itu karena niatnya sendiri. Katanya, perjuangan mahasiswa menolak RU KUHP, RUU KPK dan Pertanahan perlu mendapat dukungan dari para pelajar.

“Kami kemari karena panggilan hati. Kami mau bantu kakak-kakak mahasiswa. Sekali lagi aku bilang, gak ada yang menyuruh, ini kemauan kami,” ucap siswa Kelas XII di SMA Sinar Husni, Medan.

Kamis 26 September 2019, Aparat kepolisian melakukan pembubaran paksa terhadap Konvoi pelajar Sekolah Menengah Atas (SMA) setelah melakukan penyerangan ke kantor DPRD Medan, Kamis (26/9/2019)

Dari informasi yang diperoleh, Para pelajar yang merupakan gabungan dari beberapa SMA dan SMK di Kota Medan itu sebelumnya telah berkonvoi mengelilingi sejumlah jalan protokol Kota Medan. Hingga pada akhirnya, mereka melakukan penyerangan kepada petugas kepolisian yang sedang berjaga di depan kantor DPRD Medan.

BACA: Mahasiswa Sibolga-Tapteng Gelar Aksi Tolak RUU KPK dan KUHP

Beberapa di antara mereka berhasil ditangkap karena ketinggalan rombongan. “Ada lima orang yang kita amankan. Satu diantaranya bukan pelajar. Sudah tamat,” kata Sonny.

Konvoi para pelajar ini memang sudah diidentifikasi sejak pagi oleh kepolisian. Namun polisi masih melakukan pendalaman apa tujuan mereka berkonvoi. “Tujuannya masih didalami. Apakah sekedar hura-hura atau mengikuti tren teman-temannya,” pungkasnya.

MEDANHEADLINES.COM


BERITA TERKAIT