Polisi Tembak Mati Satu Anggota Komplotan Perampok Alfamart
MEDANHEADLINES.COM | 03/09/2019 12:44
Polisi Tembak Mati Satu Anggota Komplotan Perampok Alfamart

MEDANHEADLINES.COM, Medan- Tim Penanganan Gangguan Khusus (Pegasus) Satreskrim Polrestabes Medan, menembak mati satu dari komplotan perampok yang beraksi di gerai Alfamart Jalan Kapten Batu Sihombing, Kecamatan Percut Sei Tuan, beberapa waktu lalu. Sementara satu pelaku lain dihadiahi timah panas di kedua kakinya.

Kapolrestabes Medan Kombes Pol Dadang Hartanto menerangkan, pelaku yang berhasil diringkus berjumlah tiga orang. Mereka yakni Dodi Yolanda Lubis alias Dodi (40), warga Jalan Veteran Medan Helvetia, Riki Maulana Lubis (26) warga Jalan Sei Bahorok, Medan, dan Robert Manurung (35) warga Pasar VIII Medan Marelan.

BACA: Lagi Nyantai Paketkan Sabu, Seorang Pengedar Diciduk Polisi

“Pelaku yang ditembak dan akhirnya meninggal dunia atas nama Riki Maulana Lubis,” kata Dadang saat memaparkan kasus di Rumah Sakit Bhayangkara Polda Sumut, Senin 2 September 2019.

Orang nomor satu di Polrestabes Medan itu menjelaskan, kejadian perampokan yang dilakukan para pelaku terjadi pada Minggu (28/4) sekira pukul 09.30 WIB. Riki dan Dodi yang sudah merencanakan aksinya datang ke mini market dengan mengendarai sepeda motor. Setibanya di lokasi, mereka masuk dan berpura-pura menjadi pembeli.

Melihat situasi sepi dan penjaganya hanya dua orang wanita, keduanya pun beraksi. Pelaku Riki menodongkan senjata tajam ke penjaga dan menyekapnya di dalam kamar mandi.

“Sementara Dodi mengambil uang Rp17 juta lebih dari meja kasir. Mereka juga mengambil dua telepon genggam, uang, KTP, dan ATM milik dua karyawati itu. Selanjutnya keduanya pergi menuju rumah pelaku Robert” ungkap Dadang.

Atas kejadian itu, sambung Dadang, korban membuat laporan pengaduan ke Polrestabes Medan. Tim Pegasus kemudian melakukan serangkaian penyelidikan. Hasilnya, pelaku Dodi dan Robert berhasil ditangkap terlebih dahulu di Jalan Veteran Helvetia, Pasar VIII Medan Marelan pada Jumat (30/8) kemarin.

“Berdasarkan keterangan keduanya, pelaku Riki akhirnya diringkus dari salah satu warung di Jalan Setia Budi, Sabtu (31/8) dini hari,” kata Dadang.

Akan tetapi, sewaktu dilakukan pengembangan untuk mencari senjata tajam yang digunakan pelaku di daerah Pasar V Tembung. Pelaku Riki melakukan perlawanan dengan cara merebut senjata personel.

“Karena tindakan Riki membahayakan nyawa petugas, akhirnya dia ditembak. Riki meninggal dunia saat menuju Rumah Sakit Bhayangkara. Sedangkan pelaku Doni kita lumpuhkan kedua kakinya,” jelas Dadang.

Dadang menambahkan, aksi perampokan ini sudah direncanakan sebelumnya oleh pelaku Doni dan Riki. Di rumah Robert lah keduanya melakukan perencanaan tersebut.

“Dari hasil kejahatan, Robert mendapat Rp200 ribu sebagai upah tempat merencanakan aksi itu. Setelah itu mereka pesta sabu di rumah Robert,” tambah Dadang.

BACA: Buka Kompetisi PIala Wali Kota, Eldin : Medan Diharapkan Jadi Basis Sepak Bola

Dadang menjelaskan bahwa pelaku Riki adalah seorang resedivis atas kasus yang sama pada 2014 lalu. Setelah bebas dari penjara, di 2016 dia melakukan kejahatan begal dan tertangkap.

“Usai bebas di 2018, tahun ini bersama temannya beraksi lagi dengan sasaran mini market yang berada di wilayah Percut Sei Tuan. Atas perbuatannya, Riki dan Dodi dikenakan Pasal 365, sedangkan Robert Pasal 480 KUHPidana,” pungkas Dadang. (AFD).

MEDANHEADLINES.COM


BERITA TERKAIT