Istri Laporkan KDRT, Suami Nekat Siram Soda Api
MEDANHEADLINES.COM | 27/08/2019 17:07
Istri Laporkan KDRT, Suami Nekat Siram Soda Api

MEDANHEADLINES.COM – Diduga tidak terima dilaporkan ke polisi, seorang suami berinisial A tega menyiram wajah sang istri sendiri dengan soda api. Akibatnya, wajah istri berinisial J mengalami luka bakar dan harus mendapatkan perawatan medis. Kejadian penyiraman terjadi saat J bersama kepolisian bermaksud menciduk pelaku karena kasus kekerasan dalam rumah tangga atau KDRT pada Rabu malam, 21 Agustus 2019 didepan Masjid Raya Baiturrahman.

“Saat korban duduk tidak jauh dari personel Resintel (Kuta Alam), pelaku yang datang lebih awal tiba-tiba menghampiri korban. Lalu pelaku menyiram ke wajah serta badan korban dan siraman tersebut juga mengenai anak korban,” ujar Kepala Satuan Reserse Kriminal.

BACA: Pinjaman Daerah Jadi Alternatif Pembiayaan Pembangunan

Kepolisian Resort Kota (Polresta) Banda Aceh, Ajun Komisaris Polisi Muhammad Taufiq kepada wartawan pada Senin, 26 Agustus 2019. Taufiq menjelaskan J awalnya melaporkan pelaku yang kerap menganiayanya ke pihak Kepolisian Sektor Kuta Alam. Korban mengaku hubungan keluarganya sudah tidak harmonis karena perangai sang suami. Atas laporannya, polisi berusaha mencari keberadaan pelaku yang dibantu langsung. Namun karena tidak mengetahui ciri-ciri pelaku, pihak kepolisian kembali menghubungi korban.

Korban lalu menawarkan diri kepada polisi untuk menciduk pelaku dengan mengajak bertemu. Setelah berkomunikasi melalui sambungan telepon, J bersama keluarga dan pelaku bersepakat bertemu disekitaran Masjid Raya Baiturrahman dengan pengawasan pihak kepolisian.

Sesampai ditempat yang sudah disepakati, korban langsung duduk dan menunggu. Tak jauh dari posisi korban, telah bersiap anggota kepolisian yang sedang menyamar. “Kita tidak langsung mengejar pelaku. Karena korban dan anaknya merintih kesakitan dan langsung dilarikan kerumah sakit untuk penanganan medis,” kata Taufiq.

Pasca kejadian yang menimpanya, korban kembali melaporkan pelaku ke aparat kepolisian. Kali ini pelaku dilaporkan ke Polresta Banda Aceh dengan nomor laporan : LPB/382/VIII/Yan. 2.5/2019/SPKT, tertanggal 21 Agustus 2019.

Personel unit Jatanras Polresta Banda Aceh langsung bergerak dan berhasil mengamankan pelaku di kawasan Desa Lamreung, Aceh Besar pada Sabtu, 24 Agustus 2019. “Pelaku dikenakan Pasal 351 ayat 2 yaitu jika perbuatan mengakibatkan luka-luka berat. Ancaman hukumannya, pidana penjara paling lama lima tahun,” pungkas Taufiq.(ask)

MEDANHEADLINES.COM


BERITA TERKAIT