Auman Harimau Beberapa Kali Terdengar dari Pemukiman Warga di Labuhan Batu
MEDANHEADLINES.COM | 14/08/2019 15:08
Auman Harimau Beberapa Kali Terdengar dari Pemukiman Warga di Labuhan Batu
Ilustrasi Harimau Bengal. Tigers World Com

MEDANHEADLINES.COM, Medan – Dalam beberapa waktu terakhir, Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Sumut mencatat sudah berulang kali Harimau memasuki wilayah pemukiman warga yang berada di Dusun Kampung Baru, Desa Terang Bulan, Kecamatan Aek Natas, Kabupten Labuhan Batu Utara (Labura), Sumatera Utara.

Kemunculan sibelang ini pun membuat warga menjadi khawatir, bahkan Suara auman harimau itu juga sudah beberapa kali terdengar oleh warga.

BACA: Dihadapan Menteri PPN, Gubsu Paparkan Rencana Pembangunan Sumut

Kepala BBKSDA Wilayah II Sumut Seno Pramudita mengatakan saat ini petugas BBKSDA terus melakukan penyelidikan di lokasi temuan.

Keterangan dari warga, mereka juga menemukan jejak kaki dan kotoran harimau. Dugaan pun mencuat. Habitat harimau di kawasan itu mulai berkurang.

“Karena kalau habitatnya berkurang, daya jelajahnya atau home range juga berkurang. Mungkin karena itu masuk dalam wilayah jelajahnya, makanya ada sangkut pautnya dengan semakin sempit lahan jelajahnya,” ungkap Seno, Selasa (13/8).

BACA: Dijadikan Sarang Narkoba, Petugas Gabungan Rubuhkan Dua Rumah di Jermal XV

Hasil pemantauan BBKSDA di lapangan menunjukkan jika kawasan itu masuk dalam Hutan Lindung. Lokasi itu juga masuk dalam Kesatun Pengelolaan Hutan (KPH) Aek Kanopan.

“Untuk pemukiman saya kurang tahu (kapan) mulai ada di sana. Sebagian itu Hutan Lindung masuk dalam KPH,” ujar Seno.

Selain soal luas kawasan yang mulai berkurang, Seno juga menjelaskan dugaan penyebab lainnya harimau muncul di pemukiman.

BACA: The Kaldera Toba Nomadic Escape, Solusi Sementara Untuk Selamanya Bagi Pariwisata Danau Toba

“Jadi itu ada tiga dugaan lainnya. Mungkin saja harimau itu sakit, sudah tua sehingga kalah bersaing dengan yang lain dan anakan uang belajar mencari makan,” ungkapnya.
Sampai sekarang pihaknya masih melakukan penelitian. Mereka juga sudah memasang camera trap (kamera perangkap) untuk menangkap citra dari harimau.

“Kamera dipasang di tiga titik uang diduga lokasi penampakan harimau. Sehingga kita bisa memastikan kondisi harimaunya,” pungkasnya.

Warga diimbau untuk tidak cemas dalam menghadapi kondisi ini. Dia juga mengimbau agar masyarakat tidak melakukan perusakan hutan atau pembalakan di kawasan hutan sebagai habitat satwa dilindungi.(red)

MEDANHEADLINES.COM


BERITA TERKAIT