Sudah Sepekan Lebih, Rusunawa di Sumut Ini Dibiarkan Tak Dialiri Listrik
MEDANHEADLINES.COM | 02/07/2019 16:05
Sudah Sepekan Lebih, Rusunawa di Sumut Ini Dibiarkan Tak Dialiri Listrik
Sejumlah pekerja PLN memperbaiki jaringan listrik. TEMPO/Fahmi Ali

MEDANHEADLINES.COM – Sejumlah warga keluhkan padamnya listrik rusunawa yang berada di Kelurahan Pasar Baru, Kecamatan Pandan, Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, Minggu (30/6).

Padamnya listrik di rusunawa yang berlantai 5 tersebut diakibatkan rusaknya salah satu alat pada trafo yang berada di sekitaran rusunawa. “Minggu lalu ada katanya meledak di trafo itu. Mulai dari kejadian itulah listrik nggak mengalir ke blok A,” kata pria yang mengaku marga Tanjung.

BACA: Pemprov Perkenalkan Produk Unggulan IKM Sumut di STQN 2019

Tanjung mengatakan, selama ini trafo yang berada di sekitaran rusunawa tersebut menyuplai listrik ke seluruh ruangan yang ada di blok A. Akibat kerusakan itu, sekitar 90 kamar di blok A tidak dialiri listrik.

“Kalau malam, gelap kali lah disini. Ada memang beberapa warga yang pake lampu, itupun harus ada izin dari pihak pengelola untuk menarik arus dari blok B. Kalau yang nggak dapat izin, yah pake lilin aja,” katanya.

Dikatakan Tanjung, saat ini ada sekitar 50 KK lebih yang tinggal di blok A rusunawa tersebut. Selama sepekan, warga yang berada di blok A tidak menikmati cahaya lampu. “Mulai yang hari Senin (24/6) itulah penghuni blok A nggak menikmati listrik,” ungkapnya.

Rusaknya trafo di Rusunawa Pandan tersebut menjadi persoalan bagi seluruh warga yang tinggal di blok A rusunawa tersebut. Tidak sedikit dari kaum ibu menjadi kewalahan untuk melakukan aktifitas sehari-hari.

“Yang paling repot itu yang masak pake magicom itu nya, terpaksalah pake kukusan. Belum lagi mau menyetrika baju, belum lagi sayur yang di kulkas, cepat busuk jadinya. Kalau begini seminggu lagi nggak ada listrik, bertumpuk-tumpuk lah kain yang mau disetrika itu,” kata Yulianti Simatupang.

Yulianti mengatakan, permasalahan listrik yang mereka hadapi saat ini sebelumnya telah mereka sampaikan ke pihak Perukim untuk segera ditindaklanjuti. Namun hingga saat ini, kata Yulianti, upaya perbaikan pada trafo tersebut tak kunjung dilakukan oleh pihak pengelola (Perukim).

“Sejak pertama rusak trafo itu, sudah kami sampaikan ke pihak pengelola rusunawa melalui UPT, tapi kata honorer di UPT itu harus ada persetujuan dari pak Bupati dulu untuk membeli alat pada trafo itu, nggak tau entah alat apa yang rusak, itupun harus di anggarkan dulu biaya pembelian alatnya,” jelasnya.

BACA: CMC 2019 Meriahkan HUT Kota Medan ke -429

Melihat kondisi itu, ia berharap agar pemerintah Tapteng melalui pihak pengelola rusunawa mau memberikan perhatian kepada penghuni blok A rusunawa yang sudah sepekan tidak menikmati listrik.

“Kami dengar besok, Senin (1/7) sudah mau diperbaiki trafo yang rusak itu, mudah-mudahan lah yah, karena kami pun sangat berharap blok A ini bisa terang benderang seperti biasanya,” katanya.(red)

MEDANHEADLINES.COM


BERITA TERKAIT