Ajaib! Tertabrak Kereta, Anak Medan Ini Hanya Luka Ringan di Kepala dan Dagu
MEDANHEADLINES.COM | 28/06/2019 13:29
Ajaib! Tertabrak Kereta, Anak Medan Ini Hanya Luka Ringan di Kepala dan Dagu
Febri Sinaga dirawat di rumah setelah tertabrak kereta api Bandara Kualanamu

MEDANHEADLINES.COM, Medan – Seorang remaja bernama Febri Sinaga mengalami kecelakaan, Tak tanggung – tanggung pria berusia 17 tahun itu ditabrak kereta api di perlintasan Jalan Sutomo, Kota Medan, Kamis 27 Juni 2019. Namun, Dewi Fortuna masih berpihak ke Febri. Dia berhasil selamat meski diseruduk Si Ular Besi.

Dari informasi yang diperoleh, Kecelakaan itu terjadi sekira pukul 09.00 WIB. Saat Kereta dari Bandara Kualanamu melaju menuju ke arah Kota Medan. Bungsu tiga bersaudara itu ditemukan di kolong kereta. Wajahnya pucat pasi.

BACA: Terkait Temuan BPK Dalam Kerjasama Tirtanadi & Tirta Lyoness, Gubsu Diminta Lakukan Peninjauan Ulang

Video kecelakaan itu viral di sejumlah media sosial. Spekulasi netizen pun bermunculan. Ada yang menyebut korban adalah pengendara yang melintas di rel. Bahkan ada yang berkomentar, Febri sudah meninggal. Bahkan, saksi di lapangan juga berpendapat serupa.

Gotman Sidabutar, 46 menyaksikan langsung detik-detik kecelakaan. Saat itu Febri tiba-tiba berdiri di tengah rel. “Mungkin penyakit epilepsinya datang, dia nggak tahu sedang berdiri di sana,” katanya.

Saat itu juga kereta datang. Gotman pun panik. Dia meneriaki kereta supaya berhenti. Namun tak banyak berpengaruh. “Matilah anak ini, pikirku,” tutur Gotman. Begitu melihat Febri dibawah kereta, Gotman pingsan.

Kecelakaan mengerikan itu tampaknya tak memberi dampak signifikan kepada Febri. Warga Jalan Martapura itu hanya mendapat luka ringan di kepala bagian kanan dan dagu.

Setelah berhasil dievakuasi dia langsung dilarikan ke RSU Deli di Jalan Merbabu, Medan. “Dia juga trauma,” ucap boru Silitonga, ibunya.

BACA: Dinas PU Medan Lakukan Normalisasi Drainase Di 6 Kecamatan

Boru Silitonga juga tak tahu persis kejadian itu. Saat ini dia hanya fokus memulihkan kondisi buah hatinya. Waktu kejadian itu, dia sedang menjemur kain. Apalagi, kata dia anaknya mengidap epilepsi.

“Anak saya ini mengidap epilepsi, dia berhenti sekolah sejak kelas 4 SD,” ucap Boru Silitonga, ibunya. Febri sendiri tak ingat apa yang dialaminya. Pastinya dia berhasil lolos dari maut.(red)

MEDANHEADLINES.COM


BERITA TERKAIT