Praktisi Intelijen: Demokrat Merapat ke Gerindra, Petahana dan Asing Panik
MEDANHEADLINES.COM | 28/07/2018 16:05
Praktisi Intelijen: Demokrat Merapat ke Gerindra, Petahana dan Asing Panik

MEDANHEADLINES.COM – Praktisi Intelijen, Fauka Noor Farid mengatakan, merapatnya Partai Demokrat ke Partai Gerindra membuat kepanikan luar biasa bagi petahana dan asing. Hal ini dikarenakan kekuatan Demokrat tidak bisa dianggap remeh.

Dikatakannya, SBY masih memiliki kekuatan di akar rumput, karena selama 10 tahun menjabat pastinya punya pengalaman tersendiri bagaimana memenangkan Pilpres.

“Berbagai cara pasti akan dilakukan oleh pemerintah, agar mereka (Demokrat dan Gerindra) tidak bisa bergabung menjadi satu kekuatan yang sangat mungkin akan bisa memenangkan Pilpres 2019 dan mengalahkan petahana,”katanya pada Medan Headlines, Sabtu (28/7/2018)

Fauka Noor Farid menuturkan, kubu petahana kini tampak berusaha memunculkan tokoh dan nama-nama baru, agar Prabowo tidak bisa maju, dengan segala survei yang sudah diatur prentasenya.

Selain itu, ptahan tampak memainkan dan mempengaruhi partai koalisi agar memberikan kompensasi yang selangit, agar Gerindra tidak mendapatkan koalisi.

“Bahkan analisis saya, ada yang terus meneriakkan Prabowo sebagai king maker, karena surveinya rendah,”ungkapnya.

Fauka juga menilai, kubu petahan tampak memunculkan isu HAM untuk mengesankan Prabowo kejam dan terus meneriakkan Prabowo sudah tidak layak lagi untuk maju.

“Hal tersebut memang strategi agar Prabowo tidak maju dan tidak mendapatkan koalisi partai. Kenapa harus Prabowo? Karena sampai detik ini Prabowolah yang masih bisa mengalahkan petahana menurut beberapa survei. Kalau ada tokoh lain yang dibilang sueveinya bisa mengalahkan Prabowo, itu hanyalah strategi kubu Petahana bahkan intervensi asing, untuk membuat goyah daripada partai koalisi Gerindra,”terangnya.

Fauka menyatakan, analisis intelijen memperlihatkan, bahwa pihak petahana takut jika Prabowo maju, karena tidak bisa dipungkiri, mereka sadar elektabilitas Jokowi semakin merosot.

“Hal ini sebenarnya dIsadari oleh partai pemerintah, tapi mereka akan memaksakan diri karena di lingkaran Jokowi sendiri banyak orang-orang yang oportunis, yang mementingkan kantongnya sendiri. Begitu pula dengan negara-negara Amerika, Australia dan Asia yang tidak menginginkan Prabowo menjadi President. Indonesia ini sangat kaya dan dunia tahu itu serta mengakuinya. Tentunya mereka tidak ingin kalau Indonesia dipimpin oleh Presiden yang paham tentang ekonomi dan strategi militer,”jelas Fauka.

Menurut Fauka, pihak asing panik, karena akan susah masuk mengambil kekayaan Indonesia. Hal ini pernah terjadi pada masa Soekarno. Sehingga, asing tidak mau hal tersebut terjadi lagi.

“Saya harus utarakan bagaimana saat Prabowo atau Kopassus dihina oleh Green Beret (spisal foecesnya Amerika) dan pasukan khususnya negeri-negeri Eropa saat pembebasan sandra Mapendumma, mereka bilang yang bisa selamatkan sandra hanya rambo tapi itu semua berubah pujian setelah Prabowo bisa selamatkan sandra dengan sukses. Jadi, mereka tahu sosok Prabowo ini jenius dan brilian dan Indonesia pasti tangguh kalau dipimpin Prabowo, ini yang mereka takutkan. Jadi, menurut saya sekarang lawan berusaha sekuat tenaga bagaimana caranya Prabowo tidak bisa mencalonkan diri dan tidak bisa dicalonkan untuk Pilpres 2019,”pungkasnya. (raj)

MEDANHEADLINES.COM


BERITA TERKAIT