Fauka Noor Farid: Sudah Ada Cipta Kondisi Seolah-olah KPU Tidak Curang, Padahal..
MEDANHEADLINES.COM | 30/04/2019 15:45
Fauka Noor Farid: Sudah Ada Cipta Kondisi Seolah-olah KPU Tidak Curang, Padahal..
Fauka Noor Farid. Medanheadlines.com

MEDANHEADLINES.COM, Jakarta – Proses input data di Komisi Pemilihan Umum (KPU) sedang terjadi. Namun, dari data-data yang diinput KPU pada website resminya, ditemukan berbagai kesalahan input. Hal yang mencurigakan, proses kesalahan input data Pilpres selalu merugikan pihak paslon 02.

Praktisi Intelijen, Fauka Noor Farid mengatakan, persoalan ini tidak sesederhana itu. Sebab, menurut analisis Fauka, tidak mungkin kesalahan input sangat besar, tanpa adanya rekayasa yang dilakukan.

Mantan Anggota Tim Mawar ini menjelaskan, tampak jelas adanya cipta kondisi yang dilakukan, agar mempengaruhi pola pikir masyarakat.

BACA: Fauka Noor Farid : Sudah Saatnya Tim Pencari Fakta Kecurangan Pemilu Dibentuk

“Ini sudah ada sebuah operasi dan cipta kondisi yang dilakukan intelijen agar mempengaruhi masyarakat. Cipta kondisi ini dilakukan agar seolah-olah KPU tidak curang. Corong yang digunakan pun dari berbagai pihak, seperti statement Mahfud MD kemarin. Selain itu, pengamat-pengamat yang sudah tidak mengagungkan nilai intelektual pun, yang kini hanya berpikir akan materi pribadinya, mulai dikondisikan berbicara, agar KPU seakan-akan tidak curang,”ujarnya Selasa (30/4/2019).

Disampaikan Fauka Noor Farid, hal ini tentu tidak mencerdaskan, dan sangat picik. Operasi cipta kondisi tersebut hanya akan membuat permasalahan semakin besar. Sebab, masyarakat tidak mudah untuk dibodohi.

BACA: Praktisi Intelijen : Aparat Hukum Harus Tindak Tegas Kecurangan, Bukan Menakuti Warga Yang Minta Keadilan

“Sudah jelas cipta kondisi yang dilakukan pihak paslon 01, semakin menunjukkan keadilan di negeri ini sangat memprihatinkan. Bagaimana mungkin diciptakan KPU tidak salah, sebab masyarakat bisa melihat langsung, menilai langsung, banyak kecurangan yang terjadi. Masyarakat kita sudah cerdas, dan tidak bisa dibohongi dan dibodohi mereka-mereka yang berbuat curang,”ungkapnya.

Di berbagai daerah, lanjut Fauka, tampak jelas kecurangan dilakukan pihak paslon 01, mulai dari surat suara yang sudah tercoblos, pencurian C1 dan berbagai kecurangan lainnya. Hingga input data kerap ditemukan penambahan suara pada paslon 01 dan pengurangan suara pada paslon 02. (raj)

MEDANHEADLINES.COM


BERITA TERKAIT