Fauka Noor Farid : Sudah Saatnya Tim Pencari Fakta Kecurangan Pemilu Dibentuk
MEDANHEADLINES.COM | 27/04/2019 19:20
Fauka Noor Farid : Sudah Saatnya Tim Pencari Fakta Kecurangan Pemilu Dibentuk

MEDANHEADLINES.COM, Jakarta – Kontestasi pemilihan umum telah dilalui bangsa ini, namun ajang ini belum sepenuhnya selesai. Sebab, hasil dari pilihan masyarakat kini sudah terpusat pada Komisi Pemilihan Umum (KPU) yang nantinya akan diumumkan.

Proses input data sudah dimulai KPU, bahkan setiap saat proses input data pemilihan ditayangkan pada situs resmi KPU. Akan tetapi, kejanggalan demi kejanggalan pun terkuak. Banyak kesalahan input data yang terjadi. Bahkan, kesalahan itu selalu menguntungkan pasangan calon petahana.

BACA: Praktisi Intelijen : Aparat Hukum Harus Tindak Tegas Kecurangan, Bukan Menakuti Warga Yang Minta Keadilan

Hal tersebut menuai respons masyarakat. Protes demi protes pun dilakukan. Bahkan, ada yang mengungkap setiap kesalahan data di media sosial. Data tersebut langsung direkam, disesuaikan dengan formulir C1 dan ditayangkan, sehingga masyarakat mengetahui bahwa penambahan suara kerap dilakukan untuk paslon 01 dan pengurangan suara kerap dilakukan untuk paslon 02.

Praktisi Intelijen, Fauka Noor Farid mengatakan, hal ini sangat membahayakan demokrasi Indonesia. Kecurangan-kecurangan telah banyak terjadi. Hampir di seluruh penjuru nusantara ditemukan kecurangan. Mulai dari surat suara yang sudah tercoblos, pencurian C1 dan banyak hal lainnya.

“Di lapangan sudah banyak kecurangan yang diungkap masyarakat. Ini ditambah lagi KPU sendiri tidak menjalankan tugasnya dengan baik, bahkan memberikan ruang pada kecurangan tersebut. Tentu ini sangat membahayakan demokrasi bangsa ini,”ujarnya Sabtu (26/4/2019).

Menurutnya, input data KPU hingga saat ini, hanya memasukkan data-data yang dimenangkan oleh paslon petahana. Sementara untuk daerah-daerah yang dimenangkan kubu 02 seakan ditahan. Hal ini tentu bahaya, sebab memberi ruang pada kecurangan.

BACA: Fauka : Patriot Sejati Pasti Marah Jika Bangsa Indonesia Dianggap Remeh, Itu Yang Ditunjukkan Prabowo

Fauka pun menegaskan, sudah saatnya tim pencari fakta kecurangan dibentuk dari tim independent. Agar, hal ini benar-benar terkuak. Bangsa Indonesia adalah bangsa yang demokrasi, sehingga apabila proses demokrasi pada pemilu dicederai, maka akan merusak citra demokrasi itu sendiri.

“Ketua KPU jangan main-main dengan ini, harus benar-benar menjalankan demokrasi dengan jujur dan adil. Maka dari itu tim pencari fakta harus benar-benar dibentuk, karena kecurangan ini sudah seakan masif dan terstruktur,”pungkasnya. (raj)

MEDANHEDALINES.COM


BERITA TERKAIT