Otak Penganiayaan Pemred Posmetro Medan Tak Kunjung Ditangkap
MEDANHEADLINES.COM | 14/05/2019 08:20
Otak Penganiayaan Pemred Posmetro Medan Tak Kunjung Ditangkap
Ationg dan Ana, saksi yang dihadirkan Ationg saat menjalani konfrontir dengan korban di Mapolsek Medan Labuhan.

MEDANHEADLINES.COM, Belawan – Sampai hari ini kasus penganiayaan Pimpinan Redaksi (Pimpred) harian Posmetro Medan, Budi Hariadi belum juga menemukan titik terang. Pasalnya, Ationg yang diduga merupakan otak pelaku penganiayaan tersebut belum juga ditangkap Polsek Medan Labuhan.

Ironisnya lagi, lokasi judi tembak ikan yang dikelola Ationg sekaligus tempat penganiayaan Budi atau yang lebih akrab disapa Budenk yang berada di Komplek Brayan Trade Center, Desa Helvetia, Kecamatan Labuhandeli, masih bebas beroperasi meskipun dalam suasana bulan suci Ramadhan.

BACA: Wagubsu : Investor Di Sumut Diharapkan Dapat Gunakan Tenaga Kerja Lokal

Meskipun belum ada penetapan tersangka, polisi melakukan konfrontir antara pihak korban dan tersangka bersama para saksi di Mapolsek Medan Labuhan, Jalan Titi Pahlawan, Medan Labuhan, pada Senin (13/5). Namun, saat konfrontir berlangsung, Ationg selaku pelaku penganiayaan tetap membantah perbuatannya.

Padahal, korban sudah menjelaskan secara rinci kronologis pengeroyokan Ationg yang menjadi “otak” penganiayaan yang mengakibatkan Budenk dianiaya pengawas lokasi judi tersebut.

“Sudah jelas, pengawas berambut cepak itu berani bertindak atas perintah si Ationg. Saya dipukuli berulang kali, telepon genggam saya dihancurkan sama mereka. Bagaimanapun, si Ationg itu pasti tidak mengaku, saya cuma ingin polisi profesional menangani kasus ini,” kata Budenk yang didampingi dua saksi di Mapolsek Labuhan.

Parahnya lagi, sambung Budenk, kasus yang menimpa dirinya itu sudah berjalan hampir dua bulan, akan tetapi Polsek Medan Labuhan terkesan tidak serius dan tak mampu menangani kasusnya. Hal ini bisa dinilai dari penetapan tersangka ataupun penahanan terhadap Ationg sampai hari ini belum juga terlaksana.

Apabila tidak diproses secara serius, lanjut Budenk, ia akan membawa kasus itu ke Komisi III DPR RI. Bahkan Budenk mengatakan ia sudah berkordinasi dengan Junimart Girsang, dari Fraksi PDIP DPR RI. Harapannya, agar polisi segera menangkap Ationg dan menutup lokasi judi yang beromzet miliaran tersebut.

BACA: Gelar Rakor dengan BBPJN dan Bupati/Walikota, Ini Harapan Wagub Sumut

“Ini negara hukum, kenapa si Ationg yang sudah jelas menganiaya saya di lokasi judi dibebaskan. Apa polisi tidak mampu menangkapnya, menurut saya ini benar-benar ada yang aneh. Saya juga sudah berkordinasi dengan komisi III DPR RI untuk penyelesaian kasus penganiayaan saya yang lambat ditangani polisi. Saya berharap polisi bisa bekerja secara profesional dan menangkap Ationg serta menutup lokasi judi yang tumbuh subur di wilayah Polres Pelabuhan Belawan,” kesal Budenk.

Baca selanjutnya di MEDANHEADLINES.COM


BERITA TERKAIT