Penganiaya Caleg PDIP Medan Diringkus, Kapolda: Terkait Sengketa Pemilu di Internal Partai
MEDANHEADLINES.COM | 14/05/2019 08:10
Penganiaya Caleg PDIP Medan Diringkus, Kapolda: Terkait Sengketa Pemilu di Internal Partai
Anggota DPRD Medan Fraksi PDIP Boydo HK Panjaitan

MEDANHEADLINES.COM, Medan – Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Utara berhasil meringkus seorang dari kelompok yang diduga menganiaya Anggota DPRD Medan Fraksi PDIP Boydo HK Panjaitan. Namun, polisi belum mau membeberkan identitas pelaku karena masih dalam proses pemeriksaan.

Kapolda Sumut Irjen Pol Agus Andrianto saat dikonfirmasi wartawan membenarkan bahwa polisi sudah mengamankan satu orang terduga pelaku yang menculik dan menganiaya Boydo.

BACA: Wagubsu : Investor Di Sumut Diharapkan Dapat Gunakan Tenaga Kerja Lokal

“Benar, ada satu yang sudah kita amankan. Saat ini lagi dilakukan pemeriksaan untuk mengetahui apa motifnya. Saya yakin nggak ada masalah soal suara,” kata Agus kepada wartawan, Senin (13/5/2019).

Sampai saat ini pihak kepolisian belum mau membeberkan identitas pelaku yang menculik dan menganiaya Boydo. Namun, sambung Agus, berdasarkan laporan yang diterima polisi, masalah ini berkaitan dengan internal partai.

“Khusus kasus yang dilaporkan oleh Boydo, murni soal sengketa pemilihan umum di internal mereka,” jelas jendral bintang dua itu.

Informasi yang dihimpun, kejadian penculikan dan penganiayaan terhadap Boydo terjadi pada Jumat (10/5). Politisi 40 tahun ini diculik setelah dirinya menjadi saksi direkapitulasi suara tingkat Kota Medan, di Hotel Grand Inna di Jalan Balai Kota Nomor 2, Medan, Sumatera Utara.

Waktu itu, pria yang tinggal di Jalan Tenis Nomor 29, Kecamatan Medan Kota ini dipaksa masuk ke mobil oleh se-kolompok orang. Lalu dia dibawa ke suatu tempat kemudian dianiaya sebelum dibebaskan.

Pelaku penganiayaan Anggota DPRD Medan Boydo HK Panjaitan diduga berasal dari Partai PDIP juga. Ada dugaan, mereka merasa tidak puas dan telah terjadi sengketa pemilu.

BACA: Pimpinan OPD & Camat Tandatangani Kesepakatan Perjanjian Kinerja Dengan Wali Kota

“Saya ditarik paksa ke dalam mobil, kemudian dibawa pergi. Teman-teman jurnalis juga banyak yang melihat pas saya ditarik paksa ke mobil,” ucap Boydo.

Boydo mengaku sangat mengenal para komplotan yang menculiknya. Akan tetapi, ketika ditanyai lebih lanjut identitas komplotan itu ia tidak mau membeberkan.

“Tunggu saja informasi resmi dari kepolisian,” pungkasnya. (Afd).

MEDANHEADLINES.COM


BERITA TERKAIT