Bekuk Jaringan Narkoba Internasional, Polda Sumut Tembak Mati 2 dari 16 Tersangka
MEDANHEADLINES.COM | 30/04/2019 15:20
Bekuk Jaringan Narkoba Internasional, Polda Sumut Tembak Mati 2 dari 16 Tersangka

MEDANHEADLINES.COM – Ditres Narkoba Polda Sumatera Utara Berhasil membongkar jaringan narkotika Internasional Myanmar- Srilangka-Malaysia- Indonesia di berbagai lokasi di Wilayah Sumatera Utara.

Dari Hasil Pengungkapan ini Sebanyak 16 orang tersangka dan 14 kilogram narkotika jenis sabu-sabu diamankan dalam pengungkapan tersebut.Dalam Mengungkap Kasus Ini, Polisi Juga terpaksa menembak mati 2 tersangka karena berusaha melawan saat diamankan

Kapolda Sumatera Utara Brigjen Pol Agus Andrianto mengatakan, kedua tersangka yang ditembak mati itu merupakan warga negara asing (WNA) berinisial KPP asal Malaysia dan S asal India atau Srilangka.

BACA JUGA: Soal Penggunana DBH PBB, Ditkrimsus Poldasu Periksa Bupati Labusel Wildan Aswan

“Artinya, ini kelompok baru yang akan bermain di wilayah Sumut atau menggunakan wilayah ini untuk perlintasan. Kita tidak ragu melakukan tindakan tegas kepada pelaku asal Srilangka dan Malaysia ini, tujuannya supaya mereka (jaringan) tidak berkembang lagi di sini,” ucap Agus kepada awak media di Rumah Sakit Bhayangkara Polda Sumut usai memaparkan kasus, Senin (29/4) sore.

Selain dua WNA itu, Sambung Agus, Ke 14 orang Lainnya yang berhasil diamankan adalah Warga Negara Indonesia (WNI). Mereka masing-masing berinisial MRI alias R, AS alias A, LHG alias A. Berikutnya A, IB, YAIS alias S, M alias A, W, M alias M, FS. Selanjutnya AM, IP, M dan ALS.

“Kita sedang upayakan mengungkapkan lalu lintas keuangan mereka. Karena menurut Dir Narkoba mereka menggunakan operasi jaringan terputus, kemudian mereka berpindah-pindah dari satu hotel ke hotel lainnya. Ini sangat berbeda dengan pelaku-pelaku yang selama ini kita ungkap,” ungkap Agus.

Kapolda menambahkan, dari proses penyelidikan yang dilakukan dan dokumen-dokumen bukti yang diperoleh. Polisi kemudian melakukan pengembangan terhadap jaringan yang mungkin masih ada di Aceh, Tanjungbalai, Riau, atau mungkin ada di Batam

Dari Hasil dari pemeriksaan, sambung Agus, para pelaku asal Indonesia mengaku sebagai kurir dan bagian dari jaringan ini. Ada satu dari pelaku ini yang sudah dua kali lolos dari Batam yang mau mengembangkan ke wilayah Sumut.

“Kota Medan bukan hanya kota transit, tapi sudah menjadi pusat perdagangan. Oleh karena itu, kita semua harus waspada dan jangan sampai lengah. Karena mereka (jaringan) juga mengembangkan jaringan atau pasarnya di kota ini,” tegas Agus.

“Mereka ini termasuk jaringan Malaysia, Aceh dan Tanjungbalai. Dan yang tadi malam kita tangkap dari Tanjungbalai, artinya mereka bisa masuk dari jalur mana saja, karena memang begitu luasnya pintu masuk yang ada di perairan kita,” pungkas Agus.

Menambahi Hal itu, Direktur Reserse Narkoba Polda Sumut, Kombes Hendri Marpaung menerangkan, pengungkapan ini berdasarkan laporan masyarakat yang masuk ke pihaknya. Penangkapan berada di lima lokasi dan waktu yang berbeda.

Lokasinya yakni Kompleks Multatuli, Kelurahan Hamdan, Kecamatan Medan Maimun, Jalan Gatot Subroto Km. 5, Kelurahan Tomang Elok, Medan Sunggal, JaIan SM Raja, Kecamatan Medan Amplas, pintu tol Tebing Tinggi Kota Tebing Tinggi. Berikutnya, Jalan Hamdoko Gang Kutilang, Kelurahan Tanjung Balai Kota, Kecamatan Tanjung Balai Selatan Kota, dan terakhir Lampu Merah Jalan Letjend Suprapto, Medan Maimun.

“Dari jaringan tersebut total barang bukti sabu-sabu yang disita berjumlah 14 kilogram. Dua dari pelaku asal Indonesia inisial W dan A ditembak di bagian kaki karena melawan saat ditangkap,” ujar Hendri.

BACA JUGA: Jumlah Suara Signifikan, PAN Klaim Raih Satu Kursi Pimpinan Di DPRD Medan

Hendri juga menambahkan, Akibat dari perbuatan mereka tersebut maka para tersangka terjerat Pasal 114 Ayat (2) dan atau Pasal 112 Ayat (2) Jo Pasal 132 Ayat (1) Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman Pidana dengan pidana mati, pidana penjara seumur hidup atau paling singkat penjara enam tahun dan paling lama 20 tahun dan pidana denda paling sedikit Rp 1M dan paling banyak Rp 10 M.

“Dari 14 kilogram ini, kita dapat menyelamatkan anak bangsa sebanyak 140.000 orang dengan asumsi 1 gram shabu untuk 10 orang pengguna,” Pungkasnya. (afd)

MEDANHEADLINES.COM


BERITA TERKAIT