Mahasiswa USU Medan Penghina Bendera Tauhid Dituntut 18 Bulan Penjara
MEDANHEADLINES.COM | 27/02/2019 11:45
Mahasiswa USU Medan Penghina Bendera Tauhid Dituntut 18 Bulan Penjara

MEDANHEADLINES.COM, Medan – Mahasiswa Fakultas Pertanian USU Agung Kurnia Ritonga (22) dituntut 1 tahun 6 bulan penjara dan denda Rp 10 juta subsider 3 bulan kurungan karena dinilai bersalah melakukan ujaran kebencian dengan mengina bendera Tauhid di sosial medianya

“Meminta agar majelis hakim menyatakan terdakwa bersalah melanggar Pasal 28 ayat (2) Jo Pasal 45 A ayat (2) UU RI No 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas UU No 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik sebagaimana dakwaan Subsider,” ungkap Jaksa Penuntut Umum (JPU) Rahmi Shafrina dihadapan terdakwa dan majelis hakim yang diketuai Ferry Sormin di ruang kartika Pengadilan Negeri Medan, Rabu (26/2/2019).

BACA JUGA: Gubsu : Mari Didik Generasi Muda Sumut Menjadi Ulama

Sebelumnya, JPU menyebutkan sejumlah pertimbangan yang memberatkan terdakwa yaitu perbuatan yang dapat memecah kerukunan umat beragama.

“Sedangkan hal yang meringankan terdakwa bersikap sopan dan mengaku perbuatannya. Terdakwa juga tidak pernah dihukum. Selain itu, terdakwa juga sudah meminta maaf atas perbuatannya melalui instagram dan terdakwa masih tercatat sebagai mahasiswa,” Ujar JPU Rahmi.

Usai mendengarkan nota tuntutan, persidangan kemudian ditunda hingga pekan depan dengan agenda mendengarkan pembelaan dari terdakwa

Usai persidangan, Agung tak mau banyak berkomentar. “Nanti saja bang dalam pledoi,” Ungkap pria berkacamata ini sembari berjalan menuju sel tahanan.

BACA JUGA: Arief Yahya Bersyukur, Kepala Daerah Di Sekeliling Danau Toba Komitmen Majukan Pariwisata

Diketahui perbuatan Agung berawal pada 24 Oktober 2018 di sebuah kedai kopi di Jalan Laksana Medan. Saat itu terdakwa mengetikkan kalimat di instastory Instagram nya dengan isi kalimat berupa ‘Kenapa rupanya kalo bendera tauhid dibakar? Tuhan kalian ikut terbakar rupanya? Makanya, jangan banyak kali ikut pengajian yang ngajarkan budaya, jadi tolol bangsad. Tuhan kalian aja anteng diatas lagi gitaran sambil mabuk amer dan nulis puisi bokep, klen pulak yang sibuk.’ Tulisnya.

Menurutnya, Hal ini ia lakukan lantaran protes terhadap orang-orang yang marah dengan bendera Tauhid dibakar. Sebab dengan marah-marahnya mereka tersebut, menurut terdakwa tidak menyimbolkan ajaran Islam karena hanya dengan dibakarnya bendera nilai ke Islaman tidak hilang. (red)

MEDANHEADLINES.COM


BERITA TERKAIT