Panik Dihantam Hoax Tsunami Kamis Dini Hari, Pintu-pintu Rumah Warga Sibolga Digedor
MEDANHEADLINES.COM | 10/01/2019 11:20
Panik Dihantam Hoax Tsunami Kamis Dini Hari, Pintu-pintu Rumah Warga Sibolga Digedor
Kepanikan Warga Sibolga Tapteng setelah isu Tsunami merebak

MEDANHEADLINES.COM, Sibolga – Kabar hoaks terjadinya tsunami merebak di Kota Sibolga dan Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, Kamis (10/1/2019) dini hari.


Orang-orang terlihat panik dan bergegas mengemas barang untuk mengungsi ke kawasan-kawasan perbukitan. Wajah-wajah dihantui ketakutan terlihat jelas.


Teriakan-teriakan warga juga mewarnai kepanikan itu. Pintu-pintu rumah digedor dan meneriakkan tsunami.


“Informasinya begitu, air laut surut katanya,” kata seorang warga di jalan Hiu Kota Sibolga.


 


Usai beredar kabar dari mulut ke mulut tersebut. Daerah perairan juga diserbu warga untuk menyaksikan langsung kebenaran informasi yang diperoleh.


“Surutnya biasa sajanya,” kata Simanjuntak, seorang warga yang datang buru-buru ke perairan Ancol, Kelurahan Pancuran Kerambil, Kecamatan Sibolga Sambas. Wajahnya bertanya-tanya.


Kepanikan itu mulai terjadi sekitar pukul 01:00 WIB. Menurut warga, informasi tersebut berasal dari BMKG.


“Itulah katanya dari BMKG,” ucap warga bergantian.


Wali Kota Sibolga Syarfi Hutauruk juga mengaku mendengar kabar tersebut dan menyaksikan kepanikan warga. Kendati ia mengaku telah mengkonfirmasi pihak BMKG terkait kebenaran informasi itu.


“Sudah kita tanya ke pusat (BMKG-red), dan mereka menyatakan tidak ada mengeluarkan pernyataan dini tsunami, ini kabar hoaks,” katanya.


Tak lama Wali Kota dan Kapolres Sibolga AKBP Edwin Hatorangan Harianja berkeliling kota, menemui warga yang berkumpul-kumpul di berbagai titik.


“Ayo pulang ke rumah ya bapak ibu, tidak ada terjadi tsunami, itu informasi bohong,” kata Kapolres kepada warga di Tangga Seratus.


Tak jauh berbeda, kepanikan warga di Kecamatan Pandan, pusat Kabupaten Tapanuli Tengah juga terjadi. Orang-orang berburu daerah pegunungan, membawa anak-anaknya dan keluarga.


Pesan-pesan baik pribadi maupun di grup whatsapp saling bertanya tentang kebenaran kabar itu. Kepanikan terus berlangsung. Sesama warga juga saling berbantahan tentang benar dan bohongnya kabar tersebut.


BMKG dalam pesan resminya di laman facebook kemudian mengungkap tidak benar kabar terjadinya tsunami itu.
Tak lama pesan BMKG itupun disebar secara berantai. Kepanikan pun mulai mereda. Orang-orang akhirnya kembali ke rumah. Meski terlihat di beberapa lokasi masih berkumpul-kumpul.


“Inilah baru pada pulang dari arah Tukka dan Jalan Baru, sudah seperti pasar,” kata Jasman seorang warga di Kecamatan Pandan.(hen)


MEDANHEADLINES.COM


BERITA TERKAIT