Siswa SMA 4 Surakarta Raih Nilai Sempurna 100 untuk 4 Mata Pelajaran UNBK
SOLOTRUST.COM | 16/05/2019 16:44
Siswa SMA 4 Surakarta Raih Nilai Sempurna 100 untuk 4 Mata Pelajaran UNBK
Siswa SMAN 4 Surakarta yang memperoleh nilai sempurna, Ananda Hafidh Rifa’i Kusnanto (17) saat dijumpai solotrust.com di sekolahnya, Rabu (15/5/2019)

SOLO, solotrust.com - Prestasi membanggakan berhasil ditorehkan oleh siswa kelas XII SMA Negeri 4 Surakarta program studi Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Ananda Hafidh Rifa’i Kusnanto (17) yang meraih nilai 100 bulat pada empat mata pelajaran dalam Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) 2019, meliputi Matematika Wajib, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris dan Fisika.

Keterbatasan ekonomi keluarga Hafidh yang kini hanya bertumpu pada sang Ibu, Supatmi (50) sepeninggal ayahnya Amat Kusnanto (45) yang telah meninggal dunia karena sakit sejak tahun 2016 silam saat Hafidh duduk di bangku kelas 3 SMP, menjadi pelecut semangat Hafidh yang bercita-cita merubah nasib keluarganya.

BACA: PPDB Tahun Ini Tak Lagi Ada Perlakuan Khusus untuk Gakin

Ibu Hafidh diketahui mengumpulkan pundi-pundi rupiah untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari dari meneruskan usaha almarhum ayah Hafidh berjualan sticker, buku hingga mainan anak SD di lapak beralaskan plastik di pinggir jalan depan SD Negeri 4 Pucangan, Kartasura, Sukoharjo yang juga merupakan tempat Hafidh menempuh pendidikan di bangku sekolah dasar. Hafidh bersama keluarganya tinggal di rumah sederhana yang berada di Dukuh Wirogunan RT.02 RW.03 Kartasura, Sukoharjo.

Hafidh pun tak bisa mencicipi bangku bimbingan les, sebagaimana yang dirasakan pelajar lainnya. Hanya waktu di sekolah dan waktu longgar di rumah yang ia manfaatkan untuk belajar sembari membimbing ketiga adiknya belajar, Elfrida (15), Raditya (10), dan Fanita (7).

Hafidh kerap belajar selepas ba’da Isya hingga rasa kantuk menidurkannya. Selain materi dari sekolah, remaja bertubuh ceking itu rajin mencari referensi soal melalui internet untuk menguasai ilmu-ilmu di setiap mata pelajaran. Tubuh cekingnya tak bisa dipandang sebelah mata, di balik itu, hafidh nyatanya memiliki kemampuan di bidang sains yang luar biasa.

Terbukti, sejak duduk di bangku kelas X, remaja kelahiran 11 Oktober 2001 yang belum genap berusia 18 tahun itu sudah mendapatkan medali perak dalam Olimpiade Sains Nasional tahun 2017 lalu di Riau. Pencapaian itulah yang membuat Hafidh kini kembali dipanggil untuk mengikuti Pelatnas untuk Olimpiade Sains Internasional 2018.

Perjalanan Hafidh pun tak semulus itu, ia pernah pula gagal pada Pelatnas tahap pertama Olimpiade Sains Internasional tahun 2017 karena kurang persiapan. Selain itu, berkat kecerdasan dan prestasi yang ia peroleh, pihak sekolah membebaskan biaya pendidikan dan memberikan fasilitas Hafidh selama mengikuti Olimpiade Sains baik Nasional maupun Internasional.

Dalam waktu dekat ia mewakili Indonesia mengikuti Olimpiade Sains Internasional di Hungaria yang akan digelar 2-10 Agustus 2019, Beberapa waktu terakhir, Hafidh juga kerap disibukkan mengikuti Pelatnas sebagai persiapan untuk olimpiade itu.

BACA: Pencuri Tas Jamaah di Masjid Terekam CCTV

”Kunci suksesnya belajar rutin, latihan soal-soal dan doa restu orang tua, tidak ada kebiasaan khusus belajar, selama ada waktu longgar saja, sehabis sekolah, sehabis isya sampai ngantuk. Saya tidak mau ikut bimbingan les, karena saya tahu, ibu saya sudah berjuang merawat 4 anaknya, saya tidak ingin membebani Ibu. Ibu juga tidak ingin saya membantu mencari uang, ibu hanya berpesan saya harus rajin belajar dan berdoa kepada Tuhan. Selain itu saya rasa materi yang diberikan dari sekolah sudah cukup, banyak latihan-latihan soal dan pembinaan dari sekolah,” ungkap Hafidh saat ditemui solotrust.com di sekolahnya, Rabu (16/5/2019)

SOLOTRUST.COM

 


BERITA TERKAIT