Rayakan Hardiknas, Siswa SD Gambar Kartu Pos Berisi Pesan Cinta untuk Guru
SOLOTRUST.COM | 03/05/2019 13:07
Rayakan Hardiknas, Siswa SD Gambar Kartu Pos Berisi Pesan Cinta untuk Guru

SOLO, solotrust.com - Ratusan siswa Sekolah Dasar (SD) Lazuardi Kamila memeriahkan Hari Pendidikan Nasional yang jatuh pada 2 Mei dengan melakukan aksi menggambar massal kartu pos di Monumen 45, Setabelan, Banjarsari, Solo, Kamis (2/5/2019).

Kepala SD Lazuardi Kamila, Suprapti mengatakan, pihaknya bekerjasama dengan Komunikotavisual mengajak sekitar 230 siswa dari kelas 1 hingga 6 untuk menyukseskan event kreatif yang bertujuan untuk menghormati jasa Ki Hajar Dewantara.

Baca juga: Upacara Hardiknas di Solo Diwarnai Teguran Wali Kota Kepada Peserta Upacara

"Peringatan Hari Pendidikan Nasional yang dirayakan setiap 2 Mei ini akan selalu mengingatkan kita pada jasa para guru yang telah berjuang untuk memberi ilmu pengetahuan dan bekal hidup untuk masa depan. Untuk memperingatinya kan tidak hanya melalui upacara, namun bisa melalui event kreatif yang tujuannya sama yakni untuk menghargai dan menghormati peran guru, serta mengingat pahlawan pendidikan nasional, Ki Hajar Dewantara," kata Suprapti kepada solotrust.com di sela acara.

Ia menjelaskan, aksi menggambar massal kartu pos "Baktiku Padamu Guru", ratusan siswa berekspresi dan menuangkan gagasan kreatifnya lewat menggambar dan menuliskan pesan tema penghargaan kepada guru mereka melalui spidol, pensil warna, pastel, cat poster dan media lainnya ke dalam kartu pos berukuran 20 x 15 cm.

Sementara itu, Founder Komunikotavisual Basnendar Herry Prilosadoso mengatakan, melalui aktifitas ini selain siswa dapat belajar seni rupa, juga untuk membangkitkan rasa empati dan simpati siswa akan jasa dan ilmu yang sudah diberikan oleh guru mereka.

Kemudian, karya siswa SD Lazuardi Kamila ini setelah selesai juga dipajang di lokasi agar setiap siswa dapat melihat karya dari siswa yang lain untuk belajar dan mengenal karya teman-teman mereka.

"Selain itu, karya-karya tersebut direncanakan untuk dibuat dalam sebuah buku kompilasi karya selain sebagai arsip, juga apresiasi terhadap karya siswa sekolah dasar tersebut," tutur Basnendar. (adr)

(wd)


BERITA TERKAIT