Komisi Penyiaran Indonesia Tanggapi Seruan Joko Anwar Bubarkan KPI
TABLOIDBINTANG.COM | 19/09/2019 15:41
Komisi Penyiaran Indonesia Tanggapi Seruan Joko Anwar Bubarkan KPI

TABLOIDBINTANG.COM - Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) buka suara soal kicauan Joko Anwar di Twitter yang membuat tagar #bubarkankpi karena kecewa promo film Gundala dikenakan sanksi.

Wakil Ketua KPI Pusat, Mulyo Hadi Purnomo mengatakan sudah biasa lembaga pemerintahan dikritik. Namun menurut Mulyo, Joko Anwar harusnya bisa melihat dan mencerna sanksi yang dikeluarkan oleh KPI.

"Kalau lembaga negara dikata-katakai seperti itu toh sudah biasa, kayak KPAI kemarin. Tapi nangkap-nya terlalu cepat. Harusnya dicerna dan diresapi dengan baik," ungkap Mulyo Hadi Purnomo saat dihubungi wartawan lewat telpon, Kamis (19/9).

 
 

 

Joko Anwar @jokoanwar
 

Promo Gundala kena sanksi @KPI_Pusat karena ada dialog bilang 'Bangsat.' Bangsat artinya, menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia:

View image on Twitter
Joko Anwar @jokoanwar
 

Kalau ada lembaga yang anggap tontonan kayak SpongeBob melanggar norma kesopanan, lembaga itu nggak layak dipercaya menilai apapun di hidup ini. @KPI_Pusat

 
6,563 people are talking about this
 
 

 

Mulyo Hadi menjelaskan, sanksi yang dikeluarkan untuk kartun Spongebob dan film Gundala sudah berdasarkan diskusi matang.

"Seperti halnya Spongebob, kan ada adegan kekerasan. Diketuk pakai palu dan lain-lain. Sementara soal Gundala itu, 'bangsaaaat' memang artinya beberapa. Kalau kita memaknai itu kan harus juga berdasarkan intonasinya seperti apa, konteksnya seperti apa, itu kemudian menjadi lebih jelas," beber Mulyo Hadi Purnomo.

"Kalau kemudian kita hanya bicara kata bangsat itu kan artinya seperti yang disampaikan Joko Anwar itu kan yang sesuai KBBI," tambah Mulyo Hadi Purnomo.

Meski dinilai ada salah paham, Mulyo mewakili KPI berharap masyarakat bisa mencermati keputusannya. "Saya sendiri berharap semua dicermati. Kami juga tidak membela diri habis-habisan, mungkin karena ada salah persepsi dalam menangkap sanksi," pungkas Mulyo Hadi Purnomo.

(pri)


BERITA TERKAIT