Kibarkan Bendera Asing Saat Piala Dunia 2018 Bisa Dikurung 3 Bulan, Loh
TERASMALUKU.COM | 24/06/2018 09:20
Kibarkan Bendera Asing Saat Piala Dunia 2018 Bisa Dikurung 3 Bulan, Loh

TERASMALUKU.COM,-AMBON-Musim Piala Dunia 2018 di Rusia memberi euphoria yang besar bagi negara-negara pendukung tim yang lolos. Berbagai dukungan mengalir pada linimasa hingga atribut atribut yang dikenakan para pendukung. Layaknya lebaran dan natal, berbagai ornamen menghias kota dan menambah kesan hari raya yang kental.

Nah hal sama juga dilakukan saat piala dunia di Maluku. Hampir di tiap komplek atau perkampungan suasana sportifitas terasa. Di Kota Ambon khususnya, euphoria piala dunia begitu kental. Pada beberapa persimpangan jalan dibangun pos nonton bareng atau nobar berukuran jumbo. Tak ketinggalan ada yang mengecat rumah menggunakan warna bendera negara yang didukung lho.

Lainnya

Namun ada satu lagi yang menonjol dan beda dari daerah lain di Indonesia. Coba menengada ke atas. Pada ujung dahan tertinggi serta rumah penduduk meriah dengan berbagai warna mencolok. Masyarakat di Ambon memasang bendera negara dari tim  yang lolos piala dunia 2018. Bendera tersebut sebagai bentuk dukungan si pemilik rumah terhadap tim yang bermain. Bahkan tak jarang satu rumah punya lebih dari satu bendera.

Beberapa orang yang dijumpai Terasmaluku.comKamis (21/6/2018) mengaku musim piala dunia  kali ini cukup sepi. Itu lantaran salah satu tim besar tidak lolos.Siapa lagi kalau bukan Belanda. Dapat dikatakan Ambon menjadi salah satu basis pendukung fanatik tim asal Belanda. Pemandangan kota bisa berubah menjadi launtan oranye saat Belanda unjuk gigi di piala dunia. Seperti pada piala dunia 2014 kota dibanjiri konvoi besar besaran tum pendukung Belanda.

Sayangnya kali ini jalanan kota tak semeriah dulu. Apalagi pembukaan piala dunia bertepatan dengan malam takbiran. Meski demikian, dukungan yang ditunjukkan warga kota saat piala dunia harus berhadapan dengan aturan hukum. Yakni tidak boleh ada bender negera lain yang dikibarkan di Indonesia, kecuali ada kunjungan resmi kenegaraan. Di beberapa daerah, pihak berwajib bahkan telah meminta pemilik rumah menurunkan bendara.  “Sudah diatur dalam peraturan pemerintah. Masyarakat diimbau tidak menaikan bendera asing,” jelas Kabid Humas Polda Maluku Kombes Roem Ohoirat, Rabu  (20/6/2018).

Menurut Ohoirat, kebijakan terkait larangan pengibaran bendera asing tertuang dalam Peraturan Pemerintah Nomor 14 Tahun 1958 Tentang Penggunaan Bendera Kebangaaan Asing. Beberapa ayat dalam Pasal 1 menjelaskan soal watu yang sesuai untuk menginarkan bendera asing. Antara lain jika ada kunjungan kenegaraan atau atas ijin kepala daerah dan terdapat pertemuan internasional. Ancaman kurungan tiga bulan penjara sesuai pasal 8 bagi yang melanggar.(BIR)


BERITA TERKAIT