Pansel Tidak Bersedia Buka Identitas Calon Sekkot Ambon Plagiat Makalah
TERASMALUKU.COM | 04/12/2021 13:33
Pansel Tidak Bersedia Buka Identitas Calon Sekkot Ambon Plagiat Makalah

TERASMALUKU.COM,-AMBON-Panitia Seleksi Sekretaris Kota (Pansel Sekkot) Ambon tidak bersedia membuka indentitas dua Calon Sekkot yang diduga lakukan plagiat atau copy paste makalah.

Akibat perbuatan dua Calon Sekot itu, Pansel akhirnya melakukan seleksi ulang Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (JPTP) Calon Sekkot Ambon untuk gantikan posisi yang ditinggal pensiun A.G. Latuheru.

Sebagaimana diketahui, ada enam nama yang berjibaku dalam bursa Calon Sekkot Ambon yakni Asisten Perekonomian dan Kesejahteraan Rakyat Pemkot Ambon, Fahmy Salatalohy, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan dan Penelitian Pengembangan Daerah (Bappeda-Litbang) Pemkot, Enrico Matitaputty, Kepala Inspektorat Pemkot Ambon, Jopie Silanno dan Kepala Dinas Komunikasi Informasi dan Persandian Pemkot Ambon, Joy Reiner Adriaanzs, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Maluku, Samuel Huwae serta pejabat di lingkup Pemprov NTT, Agus Ririmase

Sekretaris Pansel Sekkot Ambon, Jasmono yang dikonfirmasi soal indentitas dua calon tersebut menutupnya rapat-rapat.

“Seng(tidak), beta (saya) seng bisa sampaikan nama (calon Sekkot), rahasia Pansel itu,”tutur pria yang juga Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Maluku itu saat diwawancarai terasmaluku.com, Jumat (3/12/2021) siang via seluler.

Jasmono langsung menimpali jika itu merupakan dugaan. “Kan dugaan to,” sambungnya.

Sehingga untuk menjamin penilaian secara objektif maka dilakukan seleksi ulang setelah konsultasi dengan KASN. “Karena dugaan jadi untuk menjamin penilaian bisa dilakukan secara objektif maka dilakukan kita konsultasi dengan KASN, sudah ada rekomendasi KASN untuk itu (seleksi ulang),” terangnya.

Menyinggung aturan terkait makalah ini, kata Jasmono harusnya makalah itu original bukan plagiat. “Kan itu harus original. Kan ada penilaian originalitas makalah,” tandasnya sembari menyebutkan jika dirinya masih sementara ikuti kegiatan virtual dan meminta untuk layangkan pertanyaan lewat WhatsApp untuk dijawab.

Hanya saja, apakah pansel atau penulis asli makalah yang temukan kecurangan yang dilakukan oleh dua Calon Sekkot ini maupun judul makalah yang diplagiat itu, hingga Jumat malam pukul 20:30 WIT Jasmono belum merespon pesan WhatsApp yang dilayangkan terasmaluku.com. Begitu ketika dihubungi ulang, panggilan telepon seluler tidak direspon.

terasmaluku.com


BERITA TERKAIT