Kios Kecil Bangkrut, Gubernur Minta Menteri Batasi Izin Alfamidi Dan Indomaret di Maluku
TERASMALUKU.COM | 01/12/2021 19:01
Kios Kecil Bangkrut, Gubernur Minta Menteri Batasi Izin Alfamidi Dan Indomaret di Maluku

TERASMALUKU.COM,-AMBON-Gubernur Maluku Murad Ismail meminta Menteri Perdagangan dan Menteri Investasi agar izin minimarket Alfamidi dan Indomaret jangan terlalu diperbanyak. Karena hal tersebut bisa mematikan pelaku usaha ekonomi kecil.

“Kami sarankan kepada Menteri Perdagangan, Menteri Investasi jangan terlalu banyak (beri izin) minimarket Alfamidi, Indomaret, karena bisa mematikan ekonomi-ekonomi masyarakat kita yang kecil,” kata Gubernur saat memberi sambutan pada peluncuran Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (BBI) di Lapangan Tahapary Ambon, Senin (29/11/2021).

Menurut Murad, kehadiran Alfamidi maupun Indomaret di Maluku telah membuat bangkrut kios-kios kecil. Ini yang harus dicegah biar masyarakat khususnya pelaku usaha kecil bisa hidup secara baik.
“Saya lihat mulai bangkrut kios-kios kecil, karena banyaknya Indomaret dan Alfamidi. Ini harus kita dicegah biar masyarakat kita bisa hidup secara baik,” ungkap Murad.

Murad mengatakan, Presiden Joko Widodo (Jokowi) meluncurkan Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia ini diartikan sebagai cara pemerintah memberikan panggung kepada produk-produk lokal dan UMKM agar mampu berkembang, berdaya saing, dan lebih inovatif.

“Kita ingin produk buatan anak bangsa harus dapat mengisi pasar kita sendiri sehingga mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif sekaligus membuka lapangan kerja baru,” katanya.

Di Maluku khususnya Kota Ambon dalam dua tahun terakhir ini Indomaret dan Alfamidi merambah begitu cepat di seluruh wilayah. Gerai bisnis waralaba ini dengan mudah ditemukan di wilayah Kota Ambon.

Indomaret dan Alfamidi kini merambah kabupaten lainnya di Maluku seperti Kabupaten Buru. Keberadaan mini market modern ini disatu sisi membuat kios-kios kecil tidak bisa bersaing dan terpaksa ada yang guling tikar.

terasmaluku.com


BERITA TERKAIT