Kemenkeu Targetkan Ambon Kembali Jadi Pengekspor Pala
TERASMALUKU.COM | 11/04/2021 22:41
Kemenkeu Targetkan Ambon Kembali Jadi Pengekspor Pala
Bunga (fuli) dan biji di perkebunananya di Pulau Hatta, Banda Naira, Maluku, 20 Mei 2016. Hampir seluruh bagian buah pala dapat menghasilkan uang. Daging buah bisa dibuat manisan dan sirup. Fuli untuk bumbu masak atau diekstrak sarinya menjadi bahan baku kosmetik dan parfum. Harga fuli lebih tinggi dibandingkan harga biji pala. Harga 1 kg fuli yang dihasilkan dari 6 kg biji pala Rp 120.000. TEMPO/Iqbal Lubis

TERASMALUKU.COM, AMBON, – Kementerian Keuangan RI tengah mengupayakan agar destinasi ekspor pala dari Maluku.

Selama ini Maluku hanya memainkan peran sebagai produsen atau destinasi penghasil besar asal Indonesia. Sementara pencatatan ekspor dari Surabaya.

Kepala Perwakilan Kementerian Keuangan, Erwin Situmorang, pada kesempatan talkshow bersama di Ambon menyebut pala merupakan komoditas ekspor dunia. Hanya pencatatan nya masih dari Surabaya.

“Sebenarnya buah pala itu diekspor dari Indonesia skala besar. Nah kita mau buat pride kembali, dari Maluku,” Sebutnya usai diskusi publik di Kedai Kopi Tradisi Joas, Jumat (9/4/2021).

Surabaya menjadi salah satu pelabuhan penampung yang langsung mengekspor pala ke luar. Pala-pala yang ada berasal dari Maluku sebagai wilayah penghasil. Untuk itu kata Erwin, pihaknya bakal mencari cara mengembalikan agar Maluku tidak hanya jadi penghasil tetapi juga ekspor.

“Tapi bisa lho, masyarakat di Maluku buat ekspor. Bahwa sebenarnya ekspor itu tidak sulit. Itulah bukti kebanggaan masyarakat bisa,” lanjut dia.

Untuk menggenjor sektor ekspor pala kembali hidup, Kemenkeu menegaskan peran utama pemda. Menurutnya pertumbuhan ekonomi sektor ekspor menjadi tanggungjawab pemerintah daerah.

Kerja kerja semacam ini, menurut Erwin harus menjadi perhatian pemda. Salah satu keberhaislan usaha adalah dengan mempersingkat suplay change. Bahwa yang paling besar merasakan manfaat di lapangan adalah pemerintah daerah dan pengusaha.

“Kami sebenarnya membantu pemda bahwa yang utama adalah pengusaha. Teman teman dari pemda harus mendorong pelaku usaha ini. Kami dari kemenkeu hanya failitasi aja,” Tegas Erwin.

Dia berharap akan ada diskusi lagi bersama pelaku usaha maupun pemerintah daerah. Masalah masalah ini katanya bukan jadi tanggungjawab pemerintah pusat melainkan pemerintah di daerah. Merekalah yang paling paham kondisi riil dan solusi terbaik bagi pengusaha.

terasmaluku.com


BERITA TERKAIT