Kantor DPRD Kota Ambon Kosong Melompong, Semua Anggota Dewan Studi Banding ke Bogor dan Bekasi
TERASMALUKU.COM | 14/08/2020 10:10
Kantor DPRD Kota Ambon Kosong Melompong, Semua Anggota Dewan Studi Banding  ke Bogor dan Bekasi
Ketua DPRD Kota Ambon, Elly Toisuta. FOTO : ISTIMEWA

TERASMALUKU.COM,-AMBON-Di tengah upaya pemerintah, aparat keamanan dan masyarakat Kota Ambon berjuang menekan penyebaran covid-19 yang kini zona merah, seluruh anggota DPRD Kota Ambon berjumlah 35 orang melakukan perjalanan dinas ke Jakarta, Rabu (12/8/2020).

Para wakil rakyat ini akan melakukan studi banding di Kementerian terkait di Jakarta, Pemerintah Kota Bogor dan Bekasi, Jawa Barat.

Ketua DPRD Kota Ambon, Elly Toisuta mengaku, kunjungan kerja yang dilakukan pihaknya untuk membahas pertanggung jawaban APBD Kota Ambon tahun anggaran 2019 yang kini sementara dibahas. Sehingga anggota Badan anggaran (Banggar) DPRD Kota Ambon harus melakukan studi banding.

“Kunjungan kerja ini terkait pembahasan pertanggung jawaban APBD 2019. Ini karena refocusing anggaran yang terjadi, sehingga Banggar akan lakukan kunjungan ke beberapa daerah zona hijau untuk mencari referensi terkait itu,” tandas Toisuta kepada wartawan di gedung DPRD Belakang Soya, Selasa (11/8/2020).

Ely menilai, kunjungan tersebut juga perlu dilakukan berbasis komisi untuk mencari referensi terhadap sejumlah agenda yang sempat terhenti akibat pandemi covid-19. “Sebelum masuk ke masa sidang berikut, komisi lakukakn kunjungan ke kementerian terkait. Sekaligus ke beberapa daerah untuk mengambil referensi,” ujar dia.

Politisi Partai Golkar ini menambahkan, selain Kementerian, daerah yang akan dikunjungi anggota DPRD untuk mencari referensi adalah Pemerintah Kota Bogor dan Bekasi.

Pantauan Terasmaluku.com, Kantor DPRD Kota Ambon sepanjang Rabu (12/8/2020) terlihat sepi karena seluruh anggota DPRD berangkat ke luar daerah.

Terhitung sudah dua kali anggota DPRD Kota Ambon melakukan perjalanan dinas ke luar kota dalam situasi pandemi Covid-19. Perjalanan pertama dilakukan pimpinan Pansus Covid-19 DPRD Kota Ambon ke Pemerintah Tangerang Selatan di saat PSBB tahap II Juli 2020.

Saat itu, 5 fraksi tidak dilibatkan dalam perjalanan dinas. Yakni Fraksi NasDem, Perindo, Demokrat, Hanura dan PKB. Kala itu, 5 fraksi tersebut menyebutkan perjalan dinas tidak pernah disampaikan dalam agenda Pansus Covid-19 DPRD Kota Ambon.

Anggota dewan yang tidak berangkat menilai agenda studi banding itu sebagai akal-akalan untuk menikmati anggaran perjalanan dinas yang nilainya sekitar Rp 300 juta. Anggota DPRD dari Fraksi Perindo Harry Putra Far-Far dan Fraksi PKB Gunawan Mochtar bahkan buka bukaan atas berbagai persoalan hak-hak anggota DPRD yang sering dibatasi pimpinan DPRD maupun Sekretaris Dewan (Sekwan) Kota Ambon, Elkyopas Silooy.

Bahkan kedua anggota dewan itu meminta Walikota Ambon Richard Louhenapessy menggantikan posisi Sekwan karena dinilai mengabaikan sebagian hak-hak anggota DPRD.

Nah pada keberangkatan kedua kali ini, Rabu (12/8/2020) seluruh anggota berjumlah 35 orang ikut perjalanan dinas ke Jekarta. Diduga perjalanan dinas kali ini untuk meredam konflik internal di DPRD Kota Ambon.

Mengenai hal ini, Ketua DPRD Kota Ambon menepisnya. Ia mengatakan semua anggota dewan harus berangkat karena sebagai anggota Banggar dan komisi harus mencari referensi terkait pertanggunjawaban APBD Kota Ambon Tahun 2019 yang sementara dibahas DPRD Kota Ambon.

“Anggota semua berangkat, ini karena Banggar dan Komisi ingin cari referensi ke sana (Kementerian, Pemerintah Kota Bogor dan Bekasi). Soal netralisasi kondisi internal DPRD tidak juga. Ini kan bagian dari tugas. Di dewan itu tidak ada masalah apa-apa. Kalau ada itu biasa dinamika dalam organisasi,” kata Toisuta. (ALFIAN SANUSI)

TERASMALUKU.COM


BERITA TERKAIT