MUI Kota Ambon Laporkan Dugaan Penistaan Agama Pemain Game Online PUBG
TERASMALUKU.COM | 13/07/2020 10:40
MUI Kota Ambon Laporkan Dugaan Penistaan Agama Pemain Game Online PUBG
MUI Kota Ambon menemui Kapolda Maluku Irjen Pol Baharudin Djafar, Jumat (10/7/2020) FOTO : HUMAS POLDA MALUKU

TERASMALUKU.COM, AMBON - Majelis Ulama Indonesia atau MUI Kota Ambon melaporkan dugaan penghinaan agama oleh salah satu pemain dalam permainan online di handphone PUBG mobile.

Kasus penghinaan agama di PUBG mobile ini dilaporkan Ketua MUI Kota Ambon Muhamad Rahanyamtel ke Kapolda Maluku Irjen Pol Baharudin Djafar di rumah dinas kapolda pada Jumat 10 Juli 2020. Dalam pertemuan tersebut hadir juga Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dir Krimsus) Polda Maluku Kombes Pol Eko Santoso.

Ditemui usai pertemuan, Dir Krimsus Polda Maluku Kombes Pol Eko Santoso menjelaskan, kedatangan Ketua MUI Kota Ambon dan rombongan melaporkan dugaan penghinaan agama pada video permainan PUBG mobile
"Terdapat ucapan kalimat yang diduga menghina salah satu agama tersebut dan kini tengah dalam penyelidikan oleh pihak kepolisian dalam hal ini penyelidik Direktorat Kriminal Khusus,” kata Kombes Pol Eko Santoso.

Eko Santoso menjelaskan, Berdasarkan hasil profiling kedalam game PUBG mobile, akun Monsterblessed tersebut sudah berganti nama dan masih dalam lidik.

“Akun ini yang melakukan dugaan penghinaan terhadap agama, bukan merupakan bawaan dari game," katanya. Penghinaan yang dilakukan dapat terjadi karena terdapat fitur yg memungkinkan komunikasi antar pemain didalam game.

Saat ini, kata Kombes Pol Eko Santoso, beberapa langkah telah dilakukan Jajaran Kriminal Khusus Polda Maluku, dimana Tim telah mendapatkan identitas saksi / Orang yang melakukan perekaman tersebut berinisial (RB) warga Provinsi Gorontalo. im telah melakukan interogasi awal via telepon terhadap saksi.

Dalam keterangan saksi (RB) menjelaskan bahwa dia yang melakukan perekaman layar dan suara pada permainan PUBG mobile. Untuk yang melakukan penghinaan pada saat itu pemilik akun atas nama Monsterblessed.

Saksi melakukan permainan bersama 3 orang temannya dan kemudian melakukan pencarian acak untuk 1 orang lainya agar mencukupi 4 orang untuk memainkan permainan. "Pada saat permainan berlangsung, akun bernama Monsterblessed menyebutkan kalimat yang diduga mencemarkan nama baik salah satu agama,”jelas Kombes Pol Eko Santoso.

Saat ini, Kata Kombes Pol Eko Santoso, pihaknya tengah mendalami serta mengambil langkah-langkah dengan mencari tau ID Number/ nama akun dari Akun yang melakukan penghinaan tersebut. Dengan berkoordinasi dengan tim cyber Bareskim Mabes Polri. (ALFIAN)

TERASMALUKU.COM


BERITA TERKAIT