Lonjakan Tagihan Listrik Warga, PLN Berikan Solusi dengan Mencicil
TERASMALUKU.COM | 06/07/2020 17:01
Lonjakan Tagihan Listrik Warga, PLN Berikan Solusi dengan Mencicil

TERASMALUKU.COM,AMBON, –  Selama masa pandemi covid-19 ada sejumlah aduan soal tagihan listrik. Yakni seleisih besar tagihan listrik setiap bulan yang alami pembengkakan. Ada sejumlah aduan yang masuk melalui ragam platform. PLN punya skema perlindungan bagi pelanggan dengang pembayaran bertahap.

Pelanggan PLN umumnya menggunakan media sosial untuk memposting keluhan mereka terkait selisih harga tagihan listrik. Dalam rapat virtual PLN bersama sejumlah stakeholder Ombudsman Provinsi Maluku mengungkapkannya, meski pihaknya tidak menerima aduan langsung dari konsumen.

Hasan Slamat kepala Ombudsman tak menampik jika dalam masa ini ada banyak pengaduan. “Tapi sejauh ini belum ada yang masuk ke ombudsman. Mungkin mereka masuk ke media sosial lain,” jelas Hasan melalui conference call di lantai V PLN UIW Maluku dan Maluku Utara siang tadi, (6/7/2020).

Menanggapi hal itu General Manager PLN UIW MMU Romantika Dwi Juni Putra, kepada wartawan menjelaskannya. Dia menyebut jumlah pelanggan PLN di Maluku dan Maluku Utara sebanyak 640 ribu. Dari jumlah itu paling banyak ada sekitar 20 persen pelanggan yang punya selisih tagihan listrik lebih dari 20 persen.

“Misal tagihan Mei Rp 100 ribu kemudian melebihi di atas sebenarnya sudah kita berikan  kebijakan capping atau skema perlindungan lonjakan tarif,” jelas  Romantika. Pihaknya telah memetakan jumlah pelanggan yang kira-kira punya kelebihan di atas 100 persen. Jumlahnya ada 6.000 pelanggan. Jadi pelanggan yang alami lonjakan di atas 20 persen, katanya akan mendapat keringanan pembayaran bertahap.

“Perlindungan lonjakan jadi yang di atas 20 persen kita berikan 40 persen dibayar bulan itu. 60 persen cicil selama tiga bulan. Contohnya 100 ribu. Tersu bulan berikut naik Rp 150 ribu, 50 persen dari Rp 150 atau Rp 20 ribu dibayar bulan itu. Sisanya dicicil pada bulan berikutnya, Rp. 10 ribu tiap bulannya,” jelasnya. Kebijakan keringanan itu berlaku mulai Juni.

Selain membahas keluhan pelanggan dalam rapat bersama stakeholder secara virtual itu juga ada pemaparan sejumlah program dan kegiatan PLN lain. Termasuk dukungan agar dapat terlaksana dengan baik.

Romantika menuturkan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk menjaring masukan dan informasi bagi pelayanan dan proses bisnis PLN yang terus lebih baik ke depan.

“Ini menjadi salah satu momen kami dari PLN untuk menyampaikan layanan dan program kerja kami ke depan yang tentunya membutuhkan dukungan dari stakeholder dan sebaliknya juga kami butuh input masukan dari stakeholder terhadap kinerja dan pelayanan kami”, ujarnya. (PRISKA BIRAHY)

TERASMALUKU.COM


BERITA TERKAIT