Gugus Tugas Covid-19 Apresiasi 8 Desa di Kota Ambon Masih Nihil Kasus Corona
TERASMALUKU.COM | 26/06/2020 15:59
Gugus Tugas Covid-19 Apresiasi 8 Desa di Kota Ambon Masih Nihil Kasus Corona

TERASMALUKU.COM,-AMBON-Kota Ambon sejak Senin (22/6/2020) diberlakukan pembatasan sosial berskala besar (PSBB). Langkah ini dilakukan untuk mempercepat penanganan kasus Covid-19 yang terus melonjak. Namun dibalik meningkatnya kasus Covid-19 di Ambon, ada desa, negeri dan kelurahan yang hingga kini masih nihil kasus Covid-19.

Walikota Ambon Richard Louhenapessy bersama Wakil Walikota Ambon Syarief Hadler memantau PSBB di pos pemeriksaan Negeri Laha, pintu masuk Kota Ambon lewat Leihitu Barat, Senin (22/6/2020). FOTO : (MCAMBON)

Sebanyak delapan desa, kelurahan dan negeri di Kota Ambon dinyatakan nihil kasus COVID-19. Delapan daerah yang belum melaporkan adanya kasus positif COVID-19 adalah Negeri Amahusu, Desa Nania, Negeri Lama, Kelurahah Tihu, Negeri Laha, Naku, Kilang, dan Negeri Leihari.

“Delapan desa, negeri dan kelurahan tersebar di tiga kecamatan, yakni Nusaniwe, Teluk Ambon, dan Leitimur Selatan, yang hingga kini masih nihil kasus baik ODP, PDP maupun konfirmasi positif COVID-19. Kami berharap dan  berdoa agar mereka bisa mempertahankan kondisi ini, nihil salamanya,” kata Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kota Ambon, Joy Reiner Adriaansz, Kamis (25/6/2020).

Joy mengatakan tim Gugus Tugas Kota Ambon telah melakukan pemetaan risiko kenaikan kasus COVID-19 per kelurahan, desa dan negeri berdasarkan indikator kesehatan masyarakat, yang diadaptasi dari indikator yang dirumuskan oleh tim pakar Gugus Tugas COVID-19 nasional.

Setidaknya kata Joy ada sepuluh indikator yang dipakai sebagai landasan pemetaan risiko di Kota Ambon, yakni penurunan jumlah kasus positif selama dua minggu terakhir dari puncak (target ≥50 persen). Penurunan jumlah kasus ODP dan PDP selama dua minggu terakhir dari puncak (target ≥50 persen).

Penurunan jumlah meninggal dari kasus positif , ODP dan PDP selama dua minggu terakhir dari puncak (target ≥50 persen). Penurunan jumlah kasus positif, ODP dan PDP yang dirawat di RS selama dua minggu terakhir dari puncak (target ≥50 persen).

Selain itu, kenaikan jumlah sembuh dari kasus positif, kenaikan jumlah selesai pemantauan dan pengawasan selama dua minggu terakhir, serta penurunan laju insidensi kasus positif per 10.000 penduduk, dan penurunan angka kematian per 10.000 penduduk.

Setiap indikator diberikan skoring dan pembobotan lalu dijumlahkan. Hasil perhitungan dipetakan menjadi empat kategori risiko, yaitu risiko tinggi (warna merah), risiko sedang (orange), risiko rendah ( kuning), dan belum ditemukan kasus positif COVID-19 (hijau).

Pihaknya berharap daerah yang masih hijau tidak lengah dan tetap menjalankan protokol kesehatan dalam kehidupan sehari-hari. “Seperti kita ketahui bersama, penularan COVID-19 sangat erat hubungannya dengan mobilitas penduduk, kerumunan orang dalam jumlah besar, dan tidak mengenal batas wilayah, ” kata Joy. 

TERASMALUKU.COM


BERITA TERKAIT