Gubernur Maluku Persilakan Warga Marah kepadanya, Jangan kepada Tenaga Medis dan Gugus Tugas Covid-19
TERASMALUKU.COM | 03/06/2020 15:17
Gubernur Maluku Persilakan Warga Marah kepadanya, Jangan kepada Tenaga Medis dan Gugus Tugas Covid-19

TERASMALUKU.COM,AMBON, – Kurva kasus covid-19 di Maluku terus meroket. Paling terasa dampaknya yaitu para tenaga medis dan kesehatan. Gubernur Maluku, Murad Ismail lantas meminta masyarakat pun media agar bisa menjaga perasaan dan tidak menyudutkan tenaga medis dalam proses penanganan covid-19 di Maluku.

“Kalau mau marah, marah saya saja. Jangan marah anggota gugus tugas atau tenaga medis. Tolong hargai pekerjaan mereka,” katanya lugas di sela-sela pemberian keterangan pers di lobi Kantor Gubernur Maluku, Senin (1/6/2020).

Dalam kunjungan saat Hari Raya Idul Fitri lalu, Murad mendapati banyak tenaga medis dan kesehatan yang masih saja bekerja bahkan tidak pulang dan merayakan hari lebaran. Hal itu dinilai sebagai tugas dan panggilan hati. Dia menilai ada pengorbanan besar pihak medis dalam menangani kasus covid-19. Untuk itu dia harap agar tugas mereka yang ada di garda depan tidak diganggu dengan ragam tudingan miring.

BACA JUGA: Sebelum New Normal, Gubernur Minta Pastikan Fasilitas Kesehatan Siap

“Saya minta kepada kita semua kalau mau beritakan itu jangan sampai berita itu membuat perasaan mereka. Mau tulis saya mau tulis apa silahkan. Tapi saya tidak penting dan saya tidak peduli. Tapi jangan kalian membuat mereka kecewa mereka (tenaga medis) ini tidak pernah pulang rumah,” tegas dia.

Terdapat tiga buah hotel yang digunakan gustu untuk menampung para tenaga medis yang berkontak langsung dengan pasien. Tujuannya untuk menekan kemungkinan penularan ke anggota keluarga lain. Usai bekerja, mereka akan langsung diangkut dengan kendaraan dibawa ke hotel tersebut.

Dia menambahkan, kepala daerah diperintahkan untuk datang di kantor selama masa pandemi.  “Kalau saya mati, saya kolaps, Maluku tidak ada yang kendalikan. Jadi saya serahkan kepada Kasrul (Ketua Harian Gugus Tugas Covid-19) biar saya tiap hari dapat laporan. Saya selalu berusaha hubungi teman-teman di Jakarta untuk bantu dukung,” jelasnya.

“Pokokknya wartawan percaya sama saya, dengan saya punya kekurangan dan kelebihan saya akan berusaha telepon teman-teman bantu masalah covid. Saya tidak diam. Saya betul-betul taruh perhatian luar biasa. Pas lebaran, saya usai salat id, saya langsung berkunjung ke semua perawat yang tangani covid dan bagi sedikit keterlibatan dari saya. Tidak besar untuk semua perawat yang terlibat semua saya kasih hadiah walaupun tidak besar tapi ada,” katanya. (PRISKA BIRAHY)

TERASMALUKU.COM


BERITA TERKAIT