Pemerintah Maluku Akan Buka Kembali Tambang Emas Gunung Botak
TERASMALUKU.COM | 31/05/2019 09:50
Pemerintah Maluku Akan Buka Kembali Tambang Emas Gunung Botak
Bupati Buru didampingi GM Pertamina MOR VIII Maluku Papua saat pengisian perdana BBM jenis Pertamax di SPBU Kota Namlea, Kamis (30/5/2019). FOTO : ADI (TERASMALUKU.COM)

TERASMALUKU.COM,-NAMLEA-Bupati Buru Ramly Umasugi mengungkapkandalam waktu dekat Tambang Emas di Gunung Botak akan segera dibuka lagi. Namun kapan waktu yang tepat untuk pembukaan tambang, Bupati mengatakan waktunya kini tergantung Gubernur Maluku Murad Ismail.  Bupati mengatakan hal ini saat memberikan sambutan pada peluncuran BBM jenis Pertamax di SPBU Kota Namlea, Kabupaten Buru, Kamis (30/5/2019).

Menurut Bupati,  belum lama ini pihaknya dipanggil Pemerintah Provinsi Maluku untuk menggelar rapat bersama di Kantor Gubernur terkait rencana pembukaan tambang Gunung Botak. “Belum lama ini kami menggelar rapat dengan Pemerintah Provinsi untuk rencana dalam waktu dekat tambang Gunung Botak akan segera dibuka, tapi semuanya tergantung Gubernur Maluku karena kewenangnya ada di Pemerintah Provinsi,” kata Bupati.

BACA: Dari Pasar Mardika, Gubernur Telepon Langsung Mendag Minta Perbaiki Pasar Ikan, Murad : Ini Setengah Perintah

Bupati mengungkapkan hal ini kepada General Manager (GM) PT Pertamina MOR VIII Maluku Papua, Gema Iriandus Pahalawan saat launching Pertamax , agar Pertamina mengantisipasi peningkatan kebutuhan BBM disaat tambang Gunung Botak dibuka lagi.

”Kami mohon Pak GM Pertamina mengantisipasinya atas rencana pembukaan tambang Gunung Botak, karena masyarakat akan kesulitan mendapatkan BBM lagi karena pengalaman terjadi jika tambang buka banyak orang berdatangan dan butuh BBM,” kata Bupati.

Selain Gunung Botak, menurut Ramly berbagai kebijakan nasional saat ini sasarannya di Kabupaten Buru. Seperti pembukaan lahan pertanian, proyek bendungan irigasi bernilai Rp 2 Triliun lebih, kebutuhan masyarakat nelayan yang sangat membutuhkan BBM.

Bupati mengatakan rencananya tambang dibuka dan dikelola oleh perusahan tertentu dengan melibatkan masyarakat adat setempat. Namun Bupati tidak mau menyebutkan perusahan apa itu. “Yang pasti bukan PT BPS dan lainnya, ada perusahan lain di luar itu dan melibatkan masyarakat, tapi semua baiknya dikonfirmasi ke Pemerintah Provinsi Maluku saja karena kewenangan ada mereka,”ungkap Bupati.

Buana Pratama Sejahtera (BPS) pernah mendapat izin penataan dan pengelolaan Gunung Botak dimasa Gubernur Maluku Said Assagaff. Belakang PT. BPS dan sejumlah perusahan lainnya dicabut izinnya karena menyalahi aturan dan para petinggi menjadi tersangka kasus pertambangan.

BACA: Dihadapan Bupati Dan Kapolres, Latupati Se SBB Sampaikan Pernyataan Sikap Untuk Latu Dan Hualoy

Tambang Emas Gunung Botak berkali-kali ditutup karena pencemaran lingkungan akibat penambangan secara ilegal menggunakan bahan kimia, merkuri dan sianida. Terakhir pada Oktober 2018 tambang Gunung Botak ditutup. Ribuan penambang berhasil diturunkan aparat keamanan. Sejumlah orang juga ditangkap terkait aktivitas penambangan ilegal menggunakan bahan kimia.

Kapolda Maluku Irjen Pol Royke Lumowa bahkan memimpin langsung penutupan tersebut. Ia berkali-kali bersama Bupati Ramly naik ke lokasi tambang untuk memastikan tidak ada lagi penambang ilegal beraktivitas.

Bahkan Kapolda bersama Bupati sempat melakukan penanaman pohon di Puncak Gunung Botak untuk pemulihan lingkungan dari kerusakan. Terbaru pada 26 Maret 2019, Kapolda Royke bersama sejumlah pejabat Kementerian terkait meninjau tambang Gunung Botak untuk rencana aksi pengelolaan oleh BUMN. (ADI)

TERASMALUKU.COM


BERITA TERKAIT