Caleg yang Didukung Kalah, Petugas Air Bersih di Kota Ambon Stop Alirkan Air ke Warga
TERASMALUKU.COM | 24/04/2019 08:50
Caleg yang Didukung Kalah, Petugas Air Bersih di Kota Ambon Stop Alirkan Air ke Warga
Dua warga RT 003 RW 01 Kampung Ganemo Kelurahan Kuda Mati menunjukkan pipa air yang sudah seminggu tidak lagi mengalirkan air bersih ke rumah warga (23/4). FOTO: Istimewa

TERASMALUKU.COM,-AMBON-Warga Kampung Ganemo Kota Ambon, Selasa (23/4/2019) siang memprotes lantaran nyaris seminggu stok air bersih menipis. Mereka menduga masalah air di wilayahnya akibat ulah petugas pembuka air yang kecewa caleg pendukungnya tidak meraup suara besar di wilayah itu.

Ada 15 rumah di tiga RT yang mengeluhkan persoalan air bersih di situ. Yakni RT 002, 003 dan 006 RW 01 Kelurahan Kuda Mati Kota Ambon. Sejumlah warga dari tiga RT itu berkumpul di rumah salah satu warga untuk membahas hal tersebut.

Wilayah itu memang termasuk yang sulit air. Setiap minggu air dijadwalkan mengalir tiga kali dengan durasi selama sekitar dua jam. Namun semenjak Pemilu pada 17 April 2019 mereka sudah krisis air.

Max Laritmas kepada wartawan Selasa siang menyebut ada dugaan jika ini merupakan hal yang disengaja. “Mungkin dia sengaja tidak mengalirkan air ke rumah warga yang tidak mencoblos Caleg DPRD Kota Ambon John Mainake,” tegasnya Selasa (23/4/2019).

Hal itu tentu bukan tanpa alasan. Max menuturkan Caleg dari Partai Nasdem itu hanya meraih 25 suara dari total 168 pemilih di wilayahnya. Padahal dari pengakuan warga, seminggu sebelum pencoblosan warga menerima intimidasi dan tekanan oleh si petugas pembuka air yang kebetulan sedang bertugas mendata di rumah para konsumen PDAM.

Di situ dia meminta warga untuk memilh Caleg John Mainake. “Kalau seng pilih John Mainake beta seng akan kasi bajalan aer biar itu jadwal lai,” sebutnya menirukan kata si petugas pembuka air yang juga petugas KPPS. Bahkan salah seorang warga juga sempat bersaksi tentang kata-kata gertakan yang tidak semestinya dilontarkan dari petugas pembuka air itu.

Hal itu membuat warga kesal dan marah. Sebab air yang jadi kebutuhan mereka tak bisa mengalir hanya karena persoalan perolehan suara di pemilihan umum lalu. Max menambahkan selain puluhan warga yang berkumpul, warga lain yang terdampak pun punya kekecewaan yang sama. Hanya, mereka enggan dan tidak terlalu berani untuk bersuara.

Karena itu kini pihaknya bersama sejumlah warga tengah membuat laporan ke Polres Ambon dan Pulau Pulau Lease. Mereka berharap petugas pembuka air yang juga anggota KPPS itu segera diperiksa dan air kembali mengalir mengisi bak-bak penampung air minum milik warga. (PRISKA BIRAHY)

TERASMALUKU.COM


BERITA TERKAIT