Antar Caleg PDIP Rebutan Suara Diduga Jadi Pemicu Pembakaran 14 Kotak Suara
TERASMALUKU.COM | 22/04/2019 13:50
Antar Caleg PDIP Rebutan Suara Diduga Jadi Pemicu Pembakaran 14 Kotak Suara
Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Ilham Saputra (kanan), Anggota DKPP Alfitra Salam (kiri), dan Anggota Bawaslu Fritz Edward Siregar (tengah) saat meninjau pencetakan pertama Surat Suara Pemilu 2019 di Gedung PT Gramedia, Jakarta, 20 Januari 2019. Surat Suara tersebut akan dicetak dalam lima model, yaitu surat suara Presiden dan Wakil Presiden, surat suara DPR RI, surat suara DPD, surat suara DPRD Provinsu, dan surat suara DPRD Kabupaten/Kota, dengan proses percetakan selama 60 hari ditambah dengan 10 hari untuk distribusi. TEMPO/M Taufan Rengganis

TERASMALUKU.COM,-MALRA-Calon anggota Legislatif (Caleg)  DPRD Maluku Tenggara (Malra) dari PDIP berinisial LPR membakar 14  kotak berisi surat suara hasil Pemilu 17 April 2019.  Aksi ini dilakukan LPR bersama sejumlah pendukunya di Kantor PPK Kecamatan Kei Besar Selatan Kabupaten Malra, Jumat (19/4/2019) dini hari sekitar pukul 01.00.

Awalnya  LPR  bersama pendukunya mendatangi Kantor PPK. Mereka mencari Ketua PPK Kei Besar Selatan, Nurdin Ohoitenan untuk  meminta penjelasan mengenai formulir C1  tentang perolehan suara yang ia peroleh. LPR marah karena suaranya  diduga dialihkan ke Caleg PDIP  lainnya berinisial YR.

BACA JUGA: Ketua PPK Seram Barat Dianiaya Pendukung Caleg

Karena Ketua PPK tidak juga datang, LPR bersama pendukungnya masuk ke ruangan Sekretariat PPK mengambil kotak suara TPS 1, TPS 2 dan TPS 3 Desa Ohoi Weduar yang berjumlah 14 kotak suara. Kotak suara berisi hasil Pemilu 17 April 2019 itu langsung dibakar.

Selain membakar,  satu kotak suara berisi surat suara hasil Pemilu dibuang di  jalan raya. Surat-suara tersebut berhamburan di jalan depan Kantor PPK. Setelah membakar kotak dan pembuang surat suara, massa langsung kabur meninggalkan Kantor PPK.

BACA JUGA: 24 April Gubernur Maluku Terpilih Dilantik Presiden

Kabid Humas Polda Maluku Kombes Pol Muhammad Roem Ohoirat membenarkan peristiwa ini. Namun ia mengakui belum mendapatkan laporan secara rincih kasus pembakaran kotak suara hasil Pemilu itu. “Kami dapat informasi juga ada Caleg dan pendukung membakar kotak suara hasil Pemilu, namun kami belum mendapatkan laporan secara rincih sehingga belum bisa menjelaskan lebih banyak,” kata Ohoirat. (ADI)

TERASMALUKU.COM


BERITA TERKAIT