Nyaris Punah, Burung-burung Endemik Maluku Kerap Diselundupkan
TERASMALUKU.COM | 06/04/2019 12:50
Nyaris Punah, Burung-burung Endemik Maluku Kerap Diselundupkan
Kakatua jambul oranye, jenis burung paruh bangkok endemik Maluku yang berstatus nyaris punah ditemukan Polhut Seksi Konservasi Wilayah 2 Masohi BKSDA Maluku di rumah seorang pengepul di Seram sore (5/4). FOTO: BKSDA Maluku

TERASMALUKU.COM,-AMBON-Untuk kesekian kalinya burung-burung endemik Maluku yang nyaris musnah dari muka bumi berusaha dijual ilegal ke luar daerah. Namun upaya penyelundupan itu digagalkan Polhut Seksi Konservasi Wilayah 2 Masohi BKSDA Maluku dan tim pada Kamis (4/4/2019) sore.

Polhut bersama petugas Polsek Elpaputih Kabupaten Maluku Tengah (Malteng) mendapati puluhan ekor burung dalam sangkar-sangkar sempit di Desa Samasuru Kecamatan Elpaputih Malteng. Burung-burung itu berada di rumah seoarang pengepul. Dari sana tim mendapati puluhan ekor burung dari tiga desa yakni Desa Simau, Nakupia, Wae Putih dan Liang.

BACA JUGA: Polda Maluku Tangkap Empat Orang Pelaku Peti Gunung Botak

“Kami sudah dapat infornya kalau dari akhir Maret 2019 ada indikasi penangkapan dan penampungan burung,” Ungkap Kepala Seksi Wilayah II Meity Pattipawaej, yang memimpin langsung patroli fungsional pengamanan kawasan dan peredaran tumbuhan dan satwa liar (TSL) sore tadi pukul 15.30 WIT.

Tim lantas menelusur jejak si pengepul hingga menemukan burung-burung cantik di rumahnya. Dari pria 34 tahun itu, mereka tahu jika ada pemburu aktif di tiga desa yang bertugas menangkap burung sesuai permintaan. Ronaldlah yang akan menjembatani transaksi serta perpindahan satwa yang dilindungi itu ke daerah tujuan.

Alur perdagangannya menggunakan kapal barang yang singgah di beberapa kota kabupaten. Dobo dan Bula dua kota startegis yang jadi pintu keluar penjualan burung endemik Maluku ke dua daerah tujuan besar. Jawa dan Sulawesi.

BACA JUGA: Guru Honor SMK Di Ambon Cabuli Siswinya Di Kamar Kos, Begini Kronologisnya

“Burung akan dijual kepada pemesan di luar Maluku terutama pemesan di Pulau Jawa dengan menggunakan kapal,” beber Meity. Meski tergolong jauh dan lama, moda transportasi laut tergolong aman dan nyaman pagi para penyelundup satwa dilindungi. Alasannya sederhana. Penjagaan di pelabuhan minim, pemeriksaan tidak maksimal, serta adanya pintu-pintu kecil yang bisa dilobi naik ke kapal.

Baca selengkapnya di TERASMALUKU.COM


BERITA TERKAIT