Mahasiswa Kristen Desak Pemerintah dan DPRD Maluku Legalkan Miras Sopi
TERASMALUKU.COM | 20/03/2019 13:30
Mahasiswa Kristen Desak Pemerintah dan DPRD Maluku Legalkan Miras Sopi
Puluhan aktivis Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) berunjuk rasa di Kantor Gubernur Maluku, Selasa (19/3/2019). Aksi yang sama juga digelar di DPRD Maluku. Mereka menuntut Pemerintah dan DPRD melegalkan Sopi. FOTO : IAN RISAMBEhttps://www.teras.id/upload/image/2019/03/gmki-tuntut-legalkan-sopi.jpgSSY

TERASMALUKU.COM,-AMBON-Puluhan aktivis Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) berunjuk rasa di Kantor DPRD Maluku kawasan Karang Panjang Ambon, Selasa (19/3/2019).Mereka juga menggelar aksi yang sama di Kantor Gubernur Maluku.

Dalam aksinya di Kantor DPRD, mahasiswa menutut para wakil rakyat segerah melegalkan minuman keras tradisional jenis sopi dengan menetapkan Peraturan Daerah. Sehingga dengan  begitu, Sopi menjadi minuman resmi, dijual bebas dan penjualnya tidak berhadapan dengan aparat penegakan hukum. Sopi tidak lagi menjadi barang haram,  disita aparat keamanan bila membawanya.

BACA JUGA: Suami Kabur Terkait Narkoba, Wanita Hamil Tujuh Bulan Ini Ditangkap Polisi

Dalam aksinya, pengunjukrasa membetangkan sejumlah pamflet berisi tuntutan “Legalkan Sopi, Stop Sumpa Sopi, Sopi Go To Internasional.  Menurut Kordinator Lapangan (Korlap)  aksi demo, Edowardo Sopaheluwakan, pada daerah tertentu di Maluku,  Sopi sudah menjadi mata pencarian warganya.  Banyak orang yang bergantung hidup  dari usaha  Sopi.

Tidak sedikit orang berhasil, sekolah hingga menjadi sarjana dari uang  usaha Sopi. Pada daerah tertentu di Maluku, tradisi minum Sopi juga menurut Edowardo menjadi warisan budaya masyarakat setempat. Masyarakat harus bisa menghormati budaya tersebut. “Karena itu pengunjukrasa mendesak DPRD Maluku membuat Perda yang melegalkan Sopi,” katanya.

BACA JUGA: Pelajar Di Ambon Perkosa Wanita Bersuami, Begini Kejadiannya

Pendemo juga menyampaikan keprihatinan mereka atas langkah aparat Polres Pulau Ambon yang setiap saat menyita Sopi di Pelabuhan Fery Hunimua Desa Liang Pulau Ambon serta Pelabuhan Yos Sudarso Ambon saat kapal masuk. Mahasiswa mengatakan, jika Sopi dilegalkan maka aparat keamanan tidak bisa melakukan tindakan seperti itu lagi.

Baca selengkapnya di TERASMALUKU.COM

 


BERITA TERKAIT