Cerita Wisatawan Asing Selamat dari Kapal Tenggelam di Laut Banda
TERASMALUKU.COM | 15/03/2019 11:40
Cerita Wisatawan Asing Selamat dari Kapal Tenggelam di Laut Banda
14 orang selamat di dalam Life craft di tengah laut dan berhasil menjauh dari KM Mersea yang mati mesin dan akan tenggelam, Kamis (14/3/2019). FOTO : ISTIMEWA

TERASMALUKU.COM,-AMBON-Empat belas penumpang selamat dari tenggelamnya kapal KM Mersea by My Adventure Indonesia tujuan Ambon–Selatan Laut Banda berada dalam kondisi selamat dan sehat. Mereka saat ini tengah ditangani oleh tenaga kesehatan dan relawan Palang Merah Indonesia Ambon untuk trauma pasca-kejadian.


BACA JUGA : KM. Mersia Yang Membawa Wisata Asing Dan 9 Warga Indonesia Tujuan Banda Tenggelam Di Laut Banda


Salah seorang korban selamat kepada Terasmaluku.com, Kamis (14/3/2019) malam menyebut penyebab utama kapal tenggelam yakni kerusakan mesin. Hal lain yang tak kalah penting yakni kelayakan kapal yang dinilai sejumlah penumpang jauh dari ekspektasi mereka.


“Kapal itu tidak lengkap dan lebih rendah dari yang kami sepakati,” kata salah seorang penumpang berinisial De kepada wartawan melalui pesan pendek. Kapal itu, lanjut wisatawan asing ini, alami mati mesin pukul 05.10 WIT. Seluruh penumpang lantas naik ke life craft atau survival raft pada pukul 05.20.


Kebetulan sebagian dari penumpang yang akan menuju ke Banda merupakan para penyelam sehingga tata cara keselamatan dipraktikan dengan seksama. Selama waktu itu, De bersama rekan lain diingatkan oleh kru kapal untuk bersiap jika sewaktu-waktu keadaan memburuk.“Kami (para penyelam) sempat melihat kru kapal bersiap melompat, lalu kami berkumpul dan buat rencana tapi nyatanya mereka turunkan life craft lalu kami berhasil masuk disusul kapten,” beber De.


BACA JUGA : Detik-Detik Penyelamatan 5 Wisatawan Asing dan 9 Warga Indonesia Di Laut Banda


Usai berada di dalam dua life craft mereka sempat membuat kontak melalui telepon satelit kepada agen di Doha. Tujuannya untuk mempercepat koordinasi pengiriman bantuan kepada mereka yang tengah terombang-ambing di laut. De mengaku dirinya berhasil menghubungi agen dan memberikan titik koordinat sebanyak dua kali. Yakni pada pukul 06.00 dan 08.30.


Menurutnya segala prosedur penyelamatan telah dilakukan hanya saja sejak awal dia dan penumpang lain mengkhawatirkan kondisi kapal yang terlihat tua dan jauh dari harapan. Kepada wartawan dia menunjukkan beberapa foto interior dalam KM Mersea yang jauh dari kata layak. Seperti pintu utama kapal menuju ke area belakang yang sulit ditutup. Mereka terpaksa menggunakan tali yang diikatkan pada besi gorden dan handle pintu.


Baca selengkapnya di TERASMALUKU.COM


BERITA TERKAIT