Maluku Masuk Daerah Rawan Konflik Pemilu, Kabid Humas Polda Maluku Protes Bawaslu
TERASMALUKU.COM | 13/03/2019 06:00
Maluku Masuk Daerah Rawan Konflik Pemilu, Kabid Humas Polda Maluku Protes Bawaslu
Kabid Humas Polda Maluku, Kombes Pol Muhammad Roem Ohoirat berbicara dalam dialog publik dan launching Gerakan Jempol Pintar Lawan Hoax dan Ujaran Kebenciaan Jelang Pemilu 2019 yang digelar Badan Koordinasi (Badko) Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Maluku dan Maluku Utara di Paccific Hotel, Kota Ambon, Jumat (8/3/2019). FOTO : HUMAS POLDA MALUKU

TERASMALUKU.COM,-AMBON-Provisi Maluku kembali dikatagorikan sebagai daerah rawan konflik saat Pemilu 2019 versi Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI. Bawaslu menempatkan Maluku pada peringkat ke 4 daerah rawan, setelah Sumatera Barat, Yogjakarta, dan urutan pertama adalah Papua Barat pada Pemilu untuk memilih Presiden-Wakil Presiden (Pilpres), dan anggota Legislatif (DPR, DPD dan DPRD) pada 17 April 2019.

Lalu apa tanggapan aparat keamanan di Maluku atas katagori daerah rawan konflik versi Bawaslu RI. Kabid Humas Polda Maluku Kombes Pol Muhammad Roem Ohoirat mengakui setiap perhelatan pesta demokrasi, Maluku kerap dicap sebagai daerah tidak aman oleh Bawaslu RI. Padahal menurut Ohoirat, faktanya selama ini berbanding terbalik, dan justru Maluku merupakan salah satu daerah yang paling aman di Indonesia.

BACA JUGA: Tukang Ojek Di Dusun Wailawa Tewas Gantung Diri, Ini Detik-Detik Terakhirnya

“Kemarin saat Pilkada,  Kota Tual berada di peringkat pertama yang tidak aman. Sementara Provinsi di urutan ke dua. Namun pada saat Pilkada kalau kita mau jujur baik di Kota Tual maupun Provinsi Maluku secara keseluruhan itu berada pada daerah yang paling aman, bila dibandingkan dengan daerah-daerah lain,” kata Ohoirat saat menjadi pembicara mewakili Kapolda Maluku Irjen Pol Royke Lumowa dalam dialog publik dan launching Gerakan Jempol Pintar yang digelar Badko HMI Maluku dan Maluku Utara di Paccific Hotel  Ambon, Jumat (8/3/2019).

Ohoirat mengatakan dimana-mana masyarakat bertanya daerah mana yang tidak aman saat Pemilu. Karena dari setiap pelaksaan Pemilu di Maluku berlangsung  dengan aman dan lancar. Karena itu, Ohoirat mengaku heran atas status Maluku sebagai daerah rawan konflik versi Bawaslu RI.

BACA JUGA: Murad Ikhlas Atas Penundaan Pelantikan Oleh Presiden

“Kalau ada Bawaslu Pusat disini (acara dialog), maka selaku orang Maluku tentunya saya akan protes. Dimana-mana masyarakat tanya, pak tidak aman itu modelnya dimana. Padahal selama proses Pilkada di Maluku tidak pernah ada sampai terjadinya bakar membakar, apalagi saling membunuh. Yang terjadi itu di daerah luar. Kok kenapa daerah kita dikategorikan sebagai daerah yang paling rawan,” terangnya.

Baca selengkapnya di TERASMALUKU.COM


BERITA TERKAIT