Lahan Tidur 80 Hektar di Kota Jambi Tidak Dapat Difungsikan, Ini Alasannya
JAMBERITA.COM | 23/07/2021 19:50
Lahan Tidur 80 Hektar di Kota Jambi Tidak Dapat Difungsikan, Ini Alasannya
Aksi pendudukan lahan dilakukan sekitar 300 warga Keluarahan Senyerang, Kecamatan Senyerang, Kabupaten Tanjungjabung Barat, Jambi, sejak awal Oktober 2011 hingga Jumat (2/3), di lahan perusahaan hutan tanaman industri PT Wirakarya Sakti (Grup Sinar Mas). TEMPO/Syaipul Bakhori

JAMBERITA.COM - Lahan tidur adalah lahan pertanian yang sudah tidak digunakan selama lebih dari dua tahun. Setidaknya, ada sekitar 80 hektar lahan tidur yang tersebar di Kota Jambi.

Dari jumlah tersebut dijelaskan Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Jambi Erwansyah bahwa lahan tidur tersebut sudah tidak dapat difungsikan.

"Kalo lahan tidur itu sudah tidak dapat difungsikan. Rata-rata sudah diambil pemilik," kata dia.

Ia menerangkan, bahwa pihaknya sudah memberikan pengertian kepada pemilik agar lahan tidur dapat difungsikan. Namun, ternyata kebanyakan dari pemilik lahan tidur adalah pengembang.

"Ini diambil pemilik setelah di temui ternyata pemiliknya ini para pengembang, sulit kita. Kita sudah kasih pengertian kalo sudah pribadi memang agak sulit," jelasnya.

Erwansyah menambahkan bahwa luasan lahan tidur sebanyak 80 hektar tersebut tersebar di seluruh Kota Jambi.

"Kalo di Kota Jambi ada sekitar 80 hektar lahan tidur. Tapi tersebar tidak numpuk jadi satu," pungkasnya. 

jamberita.com


BERITA TERKAIT