Adat Mamantai Kerbau Rantau Panjang, Habiskan Rp 1,4 Miliar
JAMBERITA.COM | 10/04/2021 21:20
Adat Mamantai Kerbau Rantau Panjang, Habiskan Rp 1,4 Miliar
Pawang abdi dalem kraton Kasunanan Surakarta mengeluarkan kerbau bule dari kandangnya usai memandikan dan memberi makan kerbau keturunan Kyai Slamet untuk gladi bersih kirab Malam Satu Sura di Alun-alun Selatan, Surakarta, 12 Oktober 2015. Bram Selo Agung/Tempo

MERANGIN, Jamberita.com - Mamantai kerbau Dusun Muho Danau Kelurahan Dusun Baru Kecamatan Tabir, Merangin habiskan Rp1,4 Miliar.

Terpantau awak media dilokasi bantai tampak kerbau diikat sebelum disembelih di tanah adat itu.

Untuk mendapatkan daging segar pun tergolong sulit jika tidak masuk buku ( Daftar Kelompok), di ranah Mamantai.

Hal itu diungkapkan Tokoh Masyarakat Rantau Panjang Tabir Fuadi yang cukup vokal ini.

Ia mengatakan adat Mamantai ini cukuplah sakral bagi masyarakat setempat.

"Mamantai kerbau di rantau panjang Tabir menghabiskan dana berkisar Rp 1,4 Miliar dari daging 10 ton, " ungkap Fuadi Sabtu (10/4/2021).

Menurut Fuadi, Mamantai kerbau Rantau Panjang selama ini sangat dinantikan masyarakat. Karena sebelumnya sempat terhenti dari wabah covid-19.

"Untuk panitia tidak digunakan tahun ini, Mamantai kerbau juga adalah inisiatif masyarakat setempat, mengingat adanya kejadian aneh yang dipercayakan masyarakat setempat, " jelas Fuadi.

jamberita.com