Ketok "Magic" RAPBD Jambi : Andi Kerinci Sebut Kirim Rp 2 Miliar Ke Zumi Zola, Tapi Tak Sampai
JAMBERITA.COM | 20/12/2019 15:47
Ketok "Magic" RAPBD Jambi : Andi Kerinci Sebut Kirim Rp 2 Miliar Ke Zumi Zola, Tapi Tak Sampai

JAMBERITA.COM- Dalam sidang dengan terdakwa Elhelwi, Sufardi Nurzain dan Gusrizal, sejumlah kontraktor mengeluarkan pengakuan mengejutkan.  Sidang yang digelar Kamis (19/12/2019) ini menghadirkan sejumlah saksi. Diantaranya ada Andi Putra Wijaya alias Andi Kerinci,  salah satu kontraktor  penyumbang uang ketok palu pengesahaan RAPBD 2017. Ia menyebutkan jika dirinya diminta setoran oleh Apif untuk uang ketok palu. 

Direkrut Utama PT Air Tenang ini mengaku setor uang Rp 1.125.000.000, dan dijanjikan mendapat proyek. "Bagaimana cara dia (Apif,red) minta," tanya hakim. "Dia menyampaikan lewat kakak saya, kemudian uangnya staf saya yang ngantar," katanya. 

Andi sendiri  mengaku dapat proyek jalan di Kerinci senilai Rp 50 miliar. Namun dia diminta fee proyek oleh Afif sebesar Rp 2 miliar. Uang itu kata Andi, ia serahkan kepada Apif. "Yang ngantarnya staf saya," kata Andi lagi saat menjawab pertanyaan hakim.

BACA: Jabatan Eselon IV di Pemprov Jambi Segerqa Dipangkas

Kemudian, kata Andi, ia juga diminta fee proyek 10 persen dari nilai proyek 50 miliar oleh Dodi Irawan. Namun ia hanya sanggup memberi sebesar 1,2  miliar. Uang itu diserahkan kepada Budi, untuk keperluan lebaran Gubernur. "Katanya untuk  kebutuhan lebaran," ujar Andi. 

Saat permintaan uang itu, Andi sempat menanyakan kepada  Dodi Irawan soal uang Rp 2 miliar yang ia serahkan sebelumnya. Namun Dodi mengatakan tidak sampai ke tangan gubernur.  "Kata Pak Dodi tidak sampai ke gubernur," kata Andi.

Selain Apif, Dodi, Asrul juga minta uang kurang lebih Rp2 miliaran dengan alasan untuk keperluan Gubernur. Uang itu kata Andi, dikasih langsung dengan Asrul di Citos Jakarta. "Bagaimana cara menyerahkan uang sebanyak itu," kata hakim.  Andi mengaku menyerahkan uang dengan menggunakan mata uang Amerika. "Pakai dolar Amerika yang mulia, bahasanya waktu itu meminjam," kata Andi. Tepi uang itu hingga saat ini belum dibayar. (*/sm)

JAMBERITA.COM


BERITA TERKAIT