Asyik Jalan-jalan ke Kebun dan Sawah, 3 Gajah Muda Dikembalikan ke Habitat
JAMBERITA.COM | 04/10/2019 13:53
Asyik Jalan-jalan ke Kebun dan Sawah, 3 Gajah Muda Dikembalikan ke Habitat

JAMBERITA.COM - Terhitung dari bulai Mei sampai dengan Oktober Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jambi berhasil melakukan penyelamatan 3 ekor gajah Sumatra di Kecamatan Mersam Kabupaten Batanghari.

Kepala BKSDA Jambi Rahmat Saleh mengatakan terdapat 90 sampai dengan 120 ekor gajah di bentang alam Bukit Tiga Puluh Kabupaten Tebo dari bulan Mei sampai dengan September 2019 ini terdapat 3 ekor gajah jantan muda yang dalam masa dispersal yaitu fase gajah jantan memisahkan diri dari kelompok untuk mencari wilayah jelajah baru, keluar dari habitatnya.

BACA: Polda dan Kejati Jambi Fasilitasi Warga SAD Bertemu Keluarganya yang Terlibat Kasus SMB

"Itu mulai dari Kecamatan Tebo Ilir, Kecamatan Maro Sebo Ulu dan selama kurang lebih 3 bulan terakhir Berada di Kecamatan Mersam Kabupaten Batanghari," ungkapnya saat menggelar konferensi pers, Kamis 3 Oktober 2019.

Selama dalam masa dispersal ketiga gajah tersebut melewati kebun dan sawah milik masyarakat sehingga beberapa tanaman yang berada di kebun tersebut dimakan oleh gajah dan menimbulkan keresahan dan kerugian petani bahkan menyebabkan seseorang warga terluka.

Kemudian pada tanggal 24 sampai dengan 29 September telah dilakukan operasi penyelamatan 3 ekor gajah tersebut yang dipimpin oleh BKSDA bersama Dinas Kehutanan, Balai Besar KSDA Riau, DKP Batanghari, Polda Jambi Polsek Mersam, Koramil Mersam, Dinas Peternakan Batanghari, APP Sinarmas dan VESSWIC masyarakat Mitra konservasi.

"Operasi penyelamatan didukung oleh 3 ekor gajah pengendali dan 7 orang mahot dari bksda Riau," ujarnya.

Jumat 27 September 2019 tim melakukan tracking 3 ekor gajah jantan tersebut dan posisi gajah berada di kawasan Desa Sengkati Baru Kecamatan Mersam, Sabtu tim melanjutkan kegiatan dan berhasil melakukan pembiusan selanjutnya dilakukan evakuasi dengan menggunakan gajah jinak sampai ke titik truk angkut dengan cara ditarik dari lahan masyarakat menggunakan gajah jinak sebanyak 3 ekor.

"Minggu 29 September sekira pukul 1.00 WIB dini hari 3 ekor gajah liar itu bersama tim berangkat dari Desa Sengkati Baru menuju ke kawasan Restorasi Ekosistem PT ABT Kabupaten Tebo, sekira pukul 7.30 WIB di lokasi pelepasan, sekira pukul 10 WIB dilakukan pemasangan GPS collar pada gajah paling besar dan dilanjutkan dengan pelepasan," terangnya.

BACA: Polda Jambi Tangkap Penyebar Hoax di Facebook, Akun Ali Muhammad Al Aydrus Diburu

Ketiga gajah yang berhasil diselamatkan itu di data fisiknya pertama, jantan dengan tinggi badan 218 cm, lingkar dada 351 cm dan berat badan 2.497 kg. Kedua gajah dengan tinggi badan 198 cm, lingkar dada 345 cm, dan berat badan 2.192 kg, kemudian dengan tinggi badan 207 cm, lingkar dada 386 cm, dan berat badan 2.868 kg.

"Selanjutnya tim melaksanakan monitoring dan sosialisasi terkait pelepasan 3 ekor gajah liar tersebut kepada masyarakat sekitar kawasan restorasi ekosistem selama kegiatan berlangsung situasi dalam keadaan aman dan kondusif," tandasnya.(afm)

JAMBERITA.COM


BERITA TERKAIT