PPATK Pernah Temukan Transaksi Mencurigakan Sebesar Rp 27 Miliar di Jambi
JAMBERITA.COM | 23/08/2019 19:21
PPATK Pernah Temukan Transaksi Mencurigakan Sebesar Rp 27 Miliar di Jambi

JAMBERITA.COM- Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) ribuan Laporan Transaksi Keuangan Mencurigakan (LTKM) di Provinsi Jambi. Bahkan lembaga ini menemukan transaksi hingga mencapai Rp27 miliar.

Ini disampaikannya saat diskusi dan sharing information yang dilakukan di sekretariat Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kota Jambi pada Kamis (22/8/2019).

Dalam diskusi itu, Muhammad Sigit, Deputi Bidang Pencegahan PPATK mengungkapkan bahwa PPATK menemukan dari ribuan Laporan LTKM pernah ditemukan mencapai Rp27 miliar lebih.

BACA: Besok 45 Caleg Terpilih Dilantik, Yasir dari Gerindra Jadi Pimpinan Sementara

"Transaksi keuangan mencurigakan paling tinggi di Jambi yang pernah terjadi dan ditemukan itu mencapai Rp27 miliar lebih. Yang paling banyak transaksi 70 persen atau 1.600 LTKM itu di bawah Rp100 juta. Kemudian Rp100 sampai Rp1 miliar ada 600 LTKM. Yang paling banyak perdagangan," tegas mantan pejabat di lingkungan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ini.

Dia menguraikan, bahwa LTKM yang diterima PPATK sejak tahun 2003 hingga Juni 2019, secara nasional sebanyak 396.027 LTKM.

BACA: Soal Wacana Ibukota Pindah, SAH: Ke Bungo Saja Lebih Cocok

Sementara untuk wilayah Provinsi Jambi sebanyak 2.302 LTKM atau sebesar 0,58 persen secara nasional. Di Kota Jambi, sebanyak 1964 LTKM atau sebesar 85,4% untuk wilayah Provinsi Jambi.

"Secara nasional posisi Jambi menduduki ranking 18 berdasarkan LTKM dengan jumlah 2.302 LTKM dan mayoritas transaksi dilakukan di Kota Jambi sebanyak 1964 transaksi dan Kabupaten Bungo sebanyak 86 transaksi atau 3,7 persen," urainya.

BACA: Kapolda Bagikan Bingkisan Nasi ke Warga Binaan di Rutan

Berdasarkan dugaan tindak pidana asal LTKM Jambi berasal dari penipuan sebanyak 621 LTKM atau 54 perseb, korupsi 292 LTKM atau 25 persen, suap 59 atau 5 persen, Narkotika 41 LTKM atau 4 persen, Judi 33 atau 3 persen, tindak pidana bank 24 LTKM atau 2 persen, dan tindak pidana lainnya sebanyak 16 LTKM atau sebesar 2 persen.

"Berdasarkan LTKM profil pelapor sebanyak 96, 0 persen adalah perorangan dengan profl utama pengusaha atau sebanyak 530 LTKM, PNS sebanyak 459 LTKM, pegawai swasta sebanyak 381 LTKM, dan pedagang sebanyak 151 LTKM," sebutnya.(*/sm)

JAMBERITA.COM


BERITA TERKAIT