Perempuan Ini Nekat Terjun 7 Meter Hindari Pemerkosa dan Pembunuh
JAMBERITA.COM | 14/08/2019 14:17
Perempuan Ini Nekat Terjun 7 Meter Hindari Pemerkosa dan Pembunuh

JAMBERITA.COM - Seorang wanita beranak tiga warga Telanaipura nyaris menjadi korban pemerkosa dan pembunuhan oleh orang tidak di kenal (OTK). Peristiwa keji ini terjadi kemarin Selasa pagi (14/8/2019). Kini korban menjalani perawatan medis di RSUD Raden Mattaher Provinsi Jambi. Kepada jamberita.com, korban menceritakan kejadian tersebut setelah ia menyuci pakaian tetiba ada sesorang yang memukul dari belakang. Lalu Ia tergeletak.

"Saya kira dia suami saya, saya tanya kenapa mukul saya,?" kta dia saat dijumpai jamberita.com tengah terbaring di RSUD Raden Mattaher Jambi, Rabu (14/8/2019). Korban menuturkan, jika pelaku lalu mengancamnya. Pelaku juga mengatakan bahwa dia bukan suaminya. "Diam kamu, lepas celana kamu, kamu ni sombong, apa kamu mau saya bunuh," katanya.

BACA: Babi Hutan Mengamuk Masuki Rumah Warga di Pelindung Tengah

Kata korban, pelaku mengancam bahkan memegang parang. Karena dia sudah tak berdaya dan mengaku pasrah serta mengatakan kepada pelaku itu, silahkan apa yang diinginkan oleh pelaku. "Kau mau apa, asal jangan bunuh aku, mau duit, motor silahkan diambil, tapi pelaku kembali mengancam," ujarnya.

Untungnya, saat itu pelaku berusaha mencari sesuatu dan sempat meninggalkan korban yang terbaring itu. Menurut korban diduga pelaku itu mencari tali untuk mengikat korban. Kemudian korban nekat kabur melarikan diri dan terjun dari rumah sekitar 7 Meter ke bawah sehingga mengalami patah kaki dan pinggang, dan lebam-lebam bagian tangan dan bekas cekikan di bagian leher.

"Saya tidak kenal siapa dia, melihat ciri-ciri orangnya dia menggunakan sebo dan bertato di bagian kiri dan bersarung, sudah tidak menggunakan baju," katanya.

Lebih lanjut pihak keluarga korban menambahkan, setelah korban terjatuh dia ditemukan oleh warga sekitar yang tengah merumput (mencari makanan hewan ternak), setelah terdengar suara dan melihat korban, warga itu langsung melaporkan ke saudara terdekat korban. "Sekarang korban dirawat di RSUD Raden Mattaher Jambi, dan kami atas nama keluarga korban meminta pihak berwajib segera mengungkap dan menangkap pelaku," katanya.

Sebelumnya, Plt Direktur Utama RSUD Raden Mattaher drg Iwan Hendrawan, ketika dikonfirmasi membenarkan adanya atas nama korban yang dirawat di rumah sakit."Iya benar," ujarnya.(afm)

JAMBERITA.COM


BERITA TERKAIT