5 Kepala Daerah Asal Golkar Bakal Berebut Tiket ke Pilgub Jambi
JAMBERITA.COM | 17/06/2019 08:10
5 Kepala Daerah Asal Golkar Bakal Berebut Tiket ke Pilgub Jambi

JAMBERITA.COM - Golkar menjadi partai yang paling banyak memunculkan figur untuk diusung pada Pilgub 2020 mendatang. Pasalnya, partai berlambang pohon beringin ini memiliki 5 kepala daerah yang sudah masuk periode kedua.

Mereka adalah Syahirsah Bupati Batanghari, Sukandar Bupati Tebo, Alharis Bupati Merangin, Sy Fasha Walikota Jambi, dan Cek Endra Bupati Sarolangun. Ditambah lagi mantan Gubernur Jambi, Hasan Basri Agus juga bercokol di Golkar dan menjadi perwakilan untuk senayan.

BACA: Mantap... Geopark Merangin Dapat Suntikan Rp14 M Untuk Penataan dan Infrastruktur dari Pusat

Dari mereka semua, masing-masing memiliki peluang yang sama untuk maju pada perhelatan pilgub tersebut. Namun, pastinya tidak akan mungkin mengusulkan seluruh nama kader Golkar untuk maju.

Pengamat Politik M Farisi mengatakan jika Golkar bakal dihadapkan dilema. Karena seluruh kader memiliki kekuatan untuk maju. Bahkan diprediksi bakal ada yang ngotot maju dan jika tak diusung Golkar berpotensi menyebrang ke partai lain. “Golkar bakal gamang dan ini bisa memicu konflik internal,” kata Dosen Fisipol Unja ini saat ditemui Kamis (13/6/2019).

Ia juga meyakini Golkar kali ini akan mengusung kader sendiri untuk maju tidak seperti pada Pilgub sebelumnya. Karena itu Calon Golkar akan menjadi salah satu calon yang bakal berpengaruh ke kontelasi politik Pilgub Jambi. “Tapi kembali lagi apakah HBA maju atau tidak. Kalau tidak maju, perebutan akan sengit,” katanya.

Hal serupa juga disampaikan pengamat politik dari IAIN, Bahren Nurdin ketika dihubungi Jamberita.com, Kamis (13/6/2019).

Ia mengatakan, kemunculan figur kepala daerah dari Golkar sangat wajar karena semuanya sudah memasuki periode kedua. Sehingga akan mencoba peluang di Pilgub. "Tapi dari mereka itu semua tetap akan yang penentu adalah Hasan Basri Agus (HBA)," kata Bahren yang akan melanjutkan program doktoral di Sydney ini.

Ketika HBA menyatakan maju pada perhelatan Pilgub ini, maka figur yang muncul tersebut beberapa sudah pasti akan mundur secara teratur. Tapi berbeda cerita jika memang nantinya HBA memastikan tidak akan ikut dalam kontestasi Pilgub. "Pastinya mereka (Bupati dari Golkar, red) akan maju," katanya lagi.

Bahren juga menyatakan, peluang figur dari Golkar ini akan menguat ketika nanti selesai Musda dan keputusan dari DPP. Dan juga pastinya partai akan melihat para kader ini mana yang memang berpotensi untuk menang jika diusung. "Tidak mungkin partai mau mengusung kader yang berpotensi kalah, pasti akan diusung kader yang betul-betul kuat dan bisa menang," jelas pria yang juga sebagai Sekjend KPPD RI ini.

BACA: Dua PNS di Tanjabbar Mundur, Begini Penjelasan Kepala BKPSDM Encep Jarkasih

Dengan hal seperti itu, pastinya akan terjadi persaingan didalam internal Golkar dan bahkan bisa menjadi konflik dalam penentuannya. Apalagi jika nantinya Golkar sudah memutuskan mengusung salah satu kadernya, dan kader yang lain juga masih ngotot untuk maju. "Kemungkinan akan terjadi kader menyebrang ke partai lain atau bahkan maju lewat jalur Independen," jelasnya.

"Kondisi tarik menarik dalam hal penentuan ini (cagub) pastinya akan sangat alot. Pastinya konflik akan muncul dengan sangat terbuka. Tetapi tentu saja akan ada faktor lain yang akan menjadi tolak ukur dalam penentuan siapa yang akan diusung oleh Golkar nanti," tukasnya. (am)

JAMBERITA.COM


BERITA TERKAIT