Lontarkan Hinaan dan Serang wartawan Pakai Palu, Istri Oknum Kades Dilaporkan Polisi
JAMBERITA.COM | 08/05/2019 13:52
Lontarkan Hinaan dan Serang wartawan Pakai Palu, Istri Oknum Kades Dilaporkan Polisi

JAMBERITA.COM, BUNGO - Kekerasan terhadap pers kembali terjadi. Kali ini dilakukan oleh Istri kepala desa (Rio) Dusun Rantau Embacang Kecamatan Tanah Sepenggal Lintas Kabupaten Bungo.

Baca juga: Bawaslu Pertanyakan Tidak Sinkronnya Data Hasil Di Bungo

Perlakuan tidak menyenangkan serta ancaman kali ini menimpa dua Wartawati yakni Saudara Riana dan Ria yang sedang menjalankan tugas dan hendak melakukan penagihan terkait Iklan berbayar pada salah satu media online.

Kronologis kejadian berawal dua insan pers pada senin 06/05 pukul 13 : 21 Wib siang, kedua wartawati tersebut mendatangi kantor Rio Rantau Embacang, namun tidak bertemu dengan kepala desa (rio).

Kemudian kedua wartawati mendatangi rumah pribadi Kepala desa dengan maksud untuk besilahturahmi, sesampai di lokasi rumah Rio Rantau Embacang disambut baik oleh kepala desa (rio) ,anaknya, dan juga Rio rantau makmur yang sedang bertamu.

Selang beberapa waktu, saat berbincang bincang bersama kedua kepala desa (rio) dan kelurga yang lainya.

Istri kepala desa rantau embacang (ZA) 38 tahun keluar dari kamarnya dan langsung melontarkan hinaan kepada kedua Wartawati dengan alasan tidak jelas.

Tak hanya itu istri Rio yang tersulut emosi tanpa menjelaskan alasannya juga menendang pintu kamar, dan mengambil palu serta melakukan penyerangan kepada wartawati tersebut.

Beruntunya aksi tersebut dihalangi oleh suami pelaku (rio).

Tidak hanya sampai di situ, setelah para wartawati keluar rumah.

Menurut keterangan korban mereka kembali dikejar dengan sebilah palu sampai ke halaman rumah.

“ Sayo datang ke rumah Rio tersebut untuk penagihan. Ado duo Rio Yang nunggak yaitu Rantau Makmur dengan Rantau embacang, dak taunyo istri Rio Rantau embacang tersebut marah marah langsung nyerang sayo dan 2 teman sayo menggunakan Palu “ ucap Riana.

Suasana menegangkan sempat terjadi rumah kepala desa (rio) tersebut, sang istri Rio pada rekaman video tampak mengamuk sambil mengacungkan palu dan mengejar Riana serta dua temannya.

Merasa tidak terima dengan perlakuan istri salah satu oknum Rio tersebut, wartawati melaporkan kejadian ini kepada pihak yang berwajib dengan laporan tidak menyenangkan serta pengancaman.

"Saya sudah laporkan kejadian ini kepada Polres Bungo, saya harap semoga cepat ditindak lanjuti menimbang perlindungan pada pers saat menjalankan tugas sangat penting," katanya.

Selain itu pelaporan juga didukung oleh lembaga Pers di Kabupaten bungo yang mengecam tindakan tersebut yakni Lembaga JOIN dan PWRI.

Ketua Zakaria DPW Jurnalis Wartawan Online ( DPW JOIN ) Provinsi Jambi mengatakan kepada sejumlah awak media sangat menyayangkan kejadian tersebut terjadi dan akan terus memantau berjalanya pelaporan yang masuk ke Polres Bungo LP/B/99/V/2019/SPKT/RES BUNGO tanggal 07 Mei 2019.

"Sesuai dengan UU pers no 40 tahun 1999 tentang Profesi pers dilindungi oleh negara guna mendapatkan informasi dan hak selaku jurnalistik.

"Karena kami sebagai insan pers mempunyai badan hukum yang sangat kuat sekali, saya berharap kejadian ini tidak ada terjadi lagi pada istri - istri Datuk Rio yang berada di Kabupaten Bungo, "tutup Zakaria.(rena)

jamberita.com


BERITA TERKAIT