Konflik Lahan Sawit, 495 Keluarga di Muaro Jambi Kehilangan Tanah 1.373,4 Ha
JAMBERITA.COM | 11/02/2019 11:51
Konflik Lahan Sawit, 495 Keluarga di Muaro Jambi Kehilangan Tanah 1.373,4 Ha

JAMBERITA.COM - Konflik lahan yang melibatkan warga dari dua desa dengan perusahaan sawit PT Bukit Bintang Sawit terus berlanjut.  Warga dari Desa Sogo dan Seponjen kembali menagih PT Bukit Bintang Sawit (BBS).Konflik lahan ini sudah berlangsung sejak 2007 ketika PT Bukit Bintang Sawit mendapat izin lokasi di Kabupaten Muaro Jambi.

Koordinator Umum Aksi Antoni dalam siaran persnya pada 11 Februari 2019 ini menyampaikan seiring bertambahnya waktu, kerugian masyarakat sampai pada tahun 2019 juga terus bertambah. Karena itu, nasyarakat menuntut ada penyelesaian terhadap konflik berkepanjangan ini.

BACA JUGA: 189 Kios Ini Belum Dilengkapi Air dan Listrik, Safrial: Pedagang Harus Punya Rasa Memiliki

Adapun tuntutan-tuntutan aksi sebagai berikut. Pertama, untuk tuntutan dari Masyarakat Desa Sogo, menuntut kemitraan diatas lahan 797 hektar, luasan ini sesuai dengan ground cek BPN Kabupaten Muaro Jambi, dengan menggunakan dasar Peta SK Bupati Tahun 2018 dan izin PT. BBS.

Tidak hanya itu, PT. BBS Harus mengembalikan hasil selama masa produksi yang dalam hitungan masa panen mulai tahun 2013-2019.

BACA JUGA: Tak Ada Perbedaan antara SMA Swasta dan Negeri, Mukti: Semua Bisa Berprestasi

Permintaan masyarakat pola kemitraan 30-70 dengan rincian, 70% dilakukan tali asih Berdasarkan NJOP dan 30% bermitra tanpa beban hutang.

Kedua, untuk tuntutan dari masyarakat Desa Seponjen yakni kepada PT. BBS untuk mengembalikan lahan seluas 176,4 hektar kepada 28 KK.

Baca selengkapnya di JAMBERITA.COM


BERITA TERKAIT