Kelompok John Botak Diduga Jadi Pelaku Penembakan Bus Karyawan Freeport
METROMERAUKE.COM | 15/01/2020 17:30
Kelompok John Botak Diduga Jadi Pelaku Penembakan Bus Karyawan Freeport
Kapolda Papua, Irjen Pol Paulus Waterpauw saat mendatangi lokasi penembakan - IST

Metro Merauke – Kepolisian Daerah Papua menduga pelaku penembakan terhadap rombongan bus milik PT Freeport Indonesia adalah kelompok bersenjata pimpinan John Beanal alias John Botak.

Penembakan terhadap rombongan bus yang mengangkut karyawan PT Freeport Indonesia terjadi, Senin pagi (13/1/2020).

Rombongan bus yang berangkat dari Tembapura menuju Kota Timika, Kabupaten Mimika, Papua itu ditembaki saat melintas di Mile 53, Distrik Tembagapura.

Tak ada korban jiwa dan korban luka dalam insiden tersebut. Akan tetapi dua bus mengalami pecah kaca di bagian sebelah kiri akibat tertembus peluru.

Kepala Kepolisian Daerah Papua, Irjen Pol Paulus Waterpauw mengatakan dugaan siapa pelaku penembakan diketahui setelah dillakukan olah tempat kejadian perkara atau TKP, beberapa jam pascainsiden penembakan.

“Memang kelompok ini menguasai wilayah areal sekitar Kali Kopi. Di sampingnya Kota Timika itu, seberangan (tempat pembungan limbah) tailing (PT Freeport) ada Kali Kopi namanya. Di situ mereka bermarkas dan selalu berpindah-pindah. Daerahnya sedikit rawa dan juga sulit (dijangkau),” kata Irjen Pol Paulus Waterpauw, Selasa (14/01).

Dari hasil olah TKP, polisi menyimpulkan penembakan dilakukan dari atas tebing di sisi kiri jalan yang dilewati bus. Di sekitar lokasi ditemukan lima butir selosong peluru kaliber 5,56 milimeter, 11 butir peluru yang gagal ditembakkan atau tidak meledak saat ditembakkan. Dua butir di antara peluru itu merupaan kaliber 7,62 milimeter  dan sembilan butir lainnya kaliber 5,56 milimeter.

“Setelah mereka melakukan (penembakan) itu, mereka menyeberang (jalan). Turun dari tebing lari ke jurang (di seberangan jalan) menuju ke Kali Kabur. Jurang ini cukup terjal dan anggota kami tidak bisa turun sampai ke bawah untuk melakukan pengejaran,” ujarnya.

Menurutnya, Polda Papua kini menyusun upaya bagaimana mengejar (mencari) kelompok pelaku penembekan menggunakan jalur lain. Aparat keamanan tidak ingin mengambil risiko melakukan pengejaran (pencarian) melalui jalur di sekitar lokasi kejadian.

“Sebab kalau mereka mengikuti dari sisi tebing itu, itu terlalu terbuka. Bisa berbahaya bagi anggota yang melakukan pengejaran (pencarian),” ucapnya. (Arjuna/Redaksi)

METROMERAUKE.COM


BERITA TERKAIT